Mengenal Jenis-Jenis Kerupuk Palembang, Mulai Kemplang Bakar sampai Kemplang Pilus

Kemplang atau dikenal juga dengan nama kerupuk Palembang adalah makanan khas Palembang, Sumatera Selatan. Makanan ini juga terdapat di Lampung dan Bangka Belitung. Kalau Anda berkunjung ke toko oleh-oleh di tiga provinsi tersebut, bisa jadi kemplang bertengger di salah satu raknya.

Sebelum mencicipi kerupuk Palembang alias kemplang, mari kita ketahui lebih dalam tentang makanan yang satu ini.

Dikemplang Sampai Pipih

ilustrasi kemplang

©ResepKoki

Kenapa kerupuk Palembang dinamai kemplang? Kemplang berarti ‘dipukul’. Adonan kerupuk yang sudah dicampur rata dipukul-pukul sampai rata dan pipih. Jadi saat proses pengeringan nanti kerupuk bisa kering secara merata. Saat digoreng pun hasilnya bisa renyah menyeluruh.

Kemplang biasanya terbuat dari campuran tepung tapioka dan ikan giling. Sementara untuk penyajiannya, kerupuk Palembang digoreng hingga mengembang. Ada yang disajikan langsung, ada pula yang dibakar terlebih dahulu. Setelah itu disajikan bersama cocolan khusus yang rasanya manis gurih.

Dulu Ikan Belida, Sekarang Beralih ke Tenggiri

ilustrasi ikan belida

©Creative Commons/Kembangraps

Dulu, kerupuk kemplang dibuat dari daging ikan belida dan tepung tapioka. Ikan belida atau ikan lopis adalah jenis ikan air tawar yang dulu sering ditangkap warga dari Sungai Belida, Musi, dan Batanghari. Karena pencemaran sungai yang memburuk, sekarang ikan belida sulit didapat. Saking langkanya, pedagang yang kedapatan menjual ikan ini bahkan bisa berurusan dengan aparat.

Karena ikan belida sulit dicari, para pembuat kemplang beralih ke ikan tenggiri. Konon rasanya tak segurih belida, namun masih cukup mendekati jika dibandingkan jenis ikan lainnya. Hal yang sama juga terjadi pada pempek, makanan khas Palembang lainnya. Dulu, makanan ini pun terbuat dari daging ikan belida. Sekarang umumnya dibuat dari daging ikan tenggiri atau ikan gabus buat konsumen yang alergi sumber protein laut.

Jenis-Jenis Kerupuk Palembang atau Kemplang

Ada berbagai jenis kerupuk Palembang yang beredar di pasaran. Pertama ada kemplang bakar yang berbentuk pipih dan memiliki aroma khas dari proses pembakaran. Lalu ada kemplang bentuk kancing, kemplang keriting, dan kemplang bentuk pilus. Semuanya memiliki rasa gurih khas berkat campuran daging ikan giling di dalamnya.

1. Kerupuk Palembang Bakar atau Kemplang Bakar (Kemplang Tunu)

ilustrasi kemplang bakar

© Shopee.co.id/myriscateshoppa

Kemplang bakar adalah kerupuk Palembang berbentuk pipih dengan aroma khas dari proses pembakaran. Namanya diambil dari cara pembuatannya, yaitu adonan dipukul-pukul sampai tipis. Karena dibakar, teksturnya jadi agak keras dan kenyal. Biasanya, kemplang bakar ini disajikan sebagai cemilan bersama sambal khusus sebagai cocolan.

Kemplang bakar yang juga disebut dengan nama kemplang tunu ini termasuk varian kerupuk Palembang yang paling khas. Anda tidak bisa menemukannya di daerah lain. Jadi wajib dijadikan oleh-oleh kalau habis mampir ke Palembang.

2. Kerupuk Palembang Kancing atau Kemplang Kancing

ilustrasi kemplang kancing

© Lazada/smart.online

Kemplang kancing juga dibuat dari ikan seperti kemplang bakar. Bentuknya lebih kecil dari kemplang bakar dan memiliki tekstur yang renyah saat digigit.

Kerupuk Palembang bentuk kancing atau kemplang kancing ini populer sebagai pelengkap untuk teman makan nasi putih. Makanan ini dibuat dengan cara digoreng. Bisa dijual dalam kondisi matang atau mentah untuk digoreng sendiri di rumah.

3. Kerupuk Palembang Keriting atau Kemplang Keriting

ilustrasi kemplang keriting

© Bukalapak.com/steffia shop

Selain berbentuk bundar, ada juga kerupuk Palembang yang berbentuk bundar keriting. Ada yang menyebutnya kemplang keriting, kemplang mawar, kemplang acak, sampai kemplang konde.

Sama seperti jenis kemplang lain, kerupuk ini juga dibuat dari ikan. Bentuk keritingnya dibuat oleh mesin dengan lubang kecil-kecil yang mengalirkan adonan kerupuk encer. Setelah itu kerupuk dijemur hingga kering dan digoreng hingga mengembang renyah.

4. Kerupuk Palembang Pilus atau Kemplang Getas

ilustrasi kemplang pilus

©The Leading Food & Beverages Supplies & Equipment Distributor

Ada juga kerupuk Palembang yang bentuknya seperti pilus, cemilan gurih yang populer di tanah Jawa. Kemplang pilus atau getas berbentuk bulat dan berukuran kecil seperti kelereng. Ada juga yang berbentuk lonjong seperti amplang dari Samarinda.

Jika digigit, makanan yang juga disebut dengan nama getas ikan ini akan mengeluarkan suara keretak yang renyah. Pokoknya benar-benar bikin ketagihan. Mau disantap bersama makanan berkuah seperti bakso dan seblak juga enak.

5. Kerupuk Palembang Usus Kemplang Usus

ilustrasi kemplang usus

© Shopee.co.id/pusatjajanjakarta

Nah, kemplang jenis terakhir adalah kerupuk usus. Jangan langsung membayangkan keripik usus ayam. Jenis kerupuk Palembang ini tetap dibuat dari adonan yang sama dengan kemplang bakar, kancing, dan getas. Hanya saja adonan kerupuk dibentuk seperti silinder dengan bagian tengah berlubang.

Nah, itulah jenis-jenis kerupuk Palembang alias kemplang. Sudah coba semuanya?

Baca juga:
Diminati Konsumen Dunia, Perempuan di Kediri Olah Batang Pisang Jadi Keripik
Ini Alasan Si Cantik Ikan Kakatua Sebaiknya Stop Dikonsumsi
Wingko Babat, Oleh-Oleh Khas Semarang yang Ternyata Justru Asli Lamongan
Tahukah Kamu, Istilah Mabuk Kepayang Bersumber dari Buah Kluwak Penyedap Rawon?

Berita terkait: