Menakar Untung Rugi Giring PSI Deklarasi Capres 2024 Sejak Sekarang

Plt Ketua Umum Giring Ganesha menyatakan bakal maju di Pemilihan Presiden 2024. Keputusan Giring itu dinilai ‘aji mumpung’ untuk mengukur minat masyarakat terhadap sosok pemimpin muda.

Peneliti Politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati mengatakan praktik yang dilakukan Giring bisa dilihat sebagai percobaan untuk mengukur tingkat popularitasnya pada saat berada di ruang politik.

“Dengan kata lain, apakah “aji mumpung” itu tetap berlaku ketika figur publik tersebut ingin mencoba untuk meraih karir yang lebih tinggi dari sekarang,” ujar Wasisto saat dihubungi Selasa (25/8).

Oleh sebab itu, langkah Giring layaknya eksperimen politik untuk menampilkan kandidat alternatif sebagai calon Presiden di Pilpres nanti. Namun Wasisto memandang langkah tersebut dapat menjadi blunder bagi Giring, seperti halnya Mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir.

“Hal semacam ini pernah dilakukan oleh Soetrisno Bachir saat 2009 yang melakukan hal serupa dengan Giring sekarang. Soetrisno saat itu dikenal lewat ‘hidup adalah perbuatan’ saat periode jauh sebelum Pilpres 2009,” jelasnya.

“Dampaknya adalah bila kita berkaca pada contoh Soetrisno Bachir saat 2009, malah justru menjadi blunder bagi diri sendiri. Karena PAN justru mendukung SBY daripada Soetrisno. Jadi saya pikir ini tindakan yang berisiko kalau seandainya Giring malah beneran menjadi Capres 2024,” sambungnya.

Terkait untung rugi yang akan diterima Giring dengan praktik politik “aji mumpung” lebih besar memberikan kerugian bagi si subjek. “Kalau dilihat untung rugi, figur publik tersebut yang rentan berpotensi rugi. Sudah rugi materi dan rugi harga diri, seandainya Giring tidak berhasil jadi Capres resmi yang sah dan lolos secara administratif KPU,” ujarnya

Apalagi, dengan kondisi PSI yan saat ini tak memiliki kursi satu pun di DPR sebagaimana syarat mutlak bagi partai politik mencalonkan kandidat presiden, menjadi rintangan yang sangat sulit.

“Melihat PSI sekarang, daya tawar partai ini masih relatif kecil secara politik. Apalagi belum ada kandidat dari PSI yang moncer di panggung nasional. Meskipun dikata punya kursi di beberapa DPRD Provinsi dan Kab/Kota, partai ini perlu kandidat yang jadi “bintang yang naik daun” karena prestasi politik,” jelasnya.

1 dari 1 halaman

Motivasi Giring Deklarasi Capres

Sebelumnya, Giring Ganesha mengumumkan niatnya maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Hal itu menjawab billboard calon presiden mantan vokalis Nidji itu yang beredar sebelumnya dan sempat viral di media sosial.

“Saya memang mencalonkan diri menjadi calon presiden Republik Indonesia di 2024,” ujar Giring dalam konferensi pers daring, Senin (24/8).

Giring mengatakan, niat mencalonkan diri sebagai presiden sejalan dengan keinginan PSI bahwa Pemilu 2024 merupakan waktunya generasi muda. Dia berdalih, setengah dari pemilih di Pemilu 2024 merupakan anak muda.

“Oleh karena itu bagaimana kalau yang memimpin bukan anak muda, siapa yang lebih mengerti tentang kebutuhan anak muda itu sendiri,” ucapnya. [ray]

Baca juga:
Giring Mau Jadi Capres Dinilai Hanya Gimmick Politik PSI
PAN Soal Giring Maju Pemilu 2024: Pemilih Muda Tidak akan Asal-asalan Pilih Capres
Giring PSI Soal Incar Suara Anak Muda, PPP Ingatkan Kebijakan Bukan Usia
Mencalonkan Diri di Pilpres 2024, Ini Perjalanan Karier Giring Ganesha
Demokrat Nilai Niat Giring PSI Maju Capres 2024 Strategi Marketing Politik

Berita terkait: