Laporan Keuangan RRI Raih Opini WTP dari BPK

Radio Republik Indonesia (RRI) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK ) atas Laporan Keuangan Lembaga Penyiaran Publik (LK LPP) Tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Anggota III BPK Achsanul Qonasi saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LK LPP RRI Tahun 2019 kepada Direktur Utama LPP RRI M. Rohanudin di Auditorium RRI, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Atas kinerja LPP RRI tersebut, Achsanul meminta LPP RRI untuk menjaga kekompakan antara dewan pengawas (dewas), dewan direksi maupun karyawan dari tingkat pusat dan daerah.

“Untuk memastikan bahwa kebijakan LPP RRI dalam operasionalnya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan efektif, maka harus ada sinergi antar dewas, direksi, antara pusat dan daerah serta masyarakat”, ungkapnya.

Menurut Achsanul, kecepatan gerak RRI selaku LPP yang dibiayai negara harus diimbangi mekanisme check dan balance , serta pengawasan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan terwujudnya good governance . 

Is

Anggota III BPK Achsanul Qosasi.

Kedatangan BPK, lanjut Achsanul, juga dilakukan untuk menguji apakah LPP RRI sudah menerapkan tata kelola keuangan yang baik.

“Gunanya adalah kami ingin menjawab pertanyaan rakyat, karena setiap rupiah uang negara yang digunakan pasti ditanyakan oleh rakyat”, pungkasnya.

Sebagai informasi, penyerahan LHP disaksikan oleh Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Mistam dan Auditor Utama Keuangan Negara III Bambang Pamungkas.

Selain penyerahan LHP, Achsanul juga berkesempatan menjadi narasumber pada siaran Pro3 dan RRI Net. Dalam wawancara tersebut, dirinya memaparkan strategi pemeriksaan BPK di era pandemi Covid-19.

Berita terkait: