Kisah Achmad Wahyudi, Siswa Madrasah di Sampang Berjuang Bisa Ikut Belajar Daring

Pandemi Covid-19 belum jelas kapan berakhir, proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring masih terus berlangsung. Sampai kini, masih banyak pelajar terkendala karena tidak memiliki gawai.

Hal ini dialami Achmad Wahyudi, siswa Kelas IX, MTs Kholafiyatul Mustarsidin, Kabupaten Sampang , Madura , Jawa Timur.

“Saya tidak punya handphone, jadi kalau belajar jarak jauh harus pinjam sana-sini. Karena itu, rencananya saya akan sekolah sambil kerja jadi buruh tani bersama bapak. Terserah diberi upah berapa, yang penting bisa nabung untuk beli handphone ,” ujar Wahyudi, anak Muhamad Nadi, seorang buruh tani di Sampang, Kamis (28/1/2021).

Namun, Wahyudi bersyukur karena ia akhirnya menjadi salah satu pelajar yang menerima bantuan gawai dari “Gerakan 1.000 Gawai bagi Anak Negeri” yang berasal dari donasi Pekerja & Manajemen Medco Group. Medco melalui Medco Foundations mendukung program PJJ di Sampang dengan menyalurkan bantuan sebanyak 100 gawai untuk siswa di madrasah-madrasah.

BACA JUGA

Khofifah Sebut Peran Ibu Jauh Lebih Besar Selama Pandemi

Pengakuan Wahyudi dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang H Pardi. Donasi gawai dari pekerja dan manajemen Medco Group ini sangat tepat.

“Bantuan ini memang benar-benar menyentuh kebutuhan siswa di masa pandemi. Orang tua siswa madrasah banyak yang kurang mampu untuk membeli gawai,” ujar Pardi seusai menyaksikan penyerahan gawai pada 100 siswa di Sampang.
VP Relations & Security Medco E&P.

Arif Rinaldi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari pekerja dan manajemen Medco Group dalam mendukung upaya pemerintah menghadapi dampak pandemi Covid-19.

“Kami menjadi bagian dari masyarakat Sampang, oleh karena itu kami juga terus mendukung kemajuan sumber daya manusianya melalui program ini,” ujar Arif, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

Berita terkait: