Ketegasan Kabareskrim dalam Kasus Djoko Tjandra Perlu Diapresiasi

Ketegasan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam pengusutan kasus surat jalan, penghapusan red notice, serta surat sehat bebas Covid-19 milik buron Djoko Tjandra, perlu diapresiasi. Tiga surat sakti untuk meloloskan Djoko Tjandra itu diduga melibatkan anggota Polri.

Surat jalan untuk buronan 11 tahun Kejagung itu dikeluarkan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo.

Direktur Eksekutif Indonesia Bureaucracy and Service Indonesia (IBSW), Nova Andika, memberi dukungan penuh atas sikap tegas pimpinan Polri, dalam hal ini Kabareskrim.

“Segera tindak oknum anggota yang menyimpang atas tugas mulia Korps Bhayangkara,” katanya.

Terakhir Kapolri Idham Azis juga mencopot Kadiv Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Nugroho Wibowo. Keduanya dicopot berkaitan juga dengan pelarian buronan Djoko Tjandra.

“Kami IBSW mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan Polri,” kata Nova Andika.

Menurut Nova, kinerja Polri yang selama ini profesional dan akuntabel, tercoreng dengan adanya kasus Djoko Tjandra. Langkah Kapolri dan Kabareskrim merupakan jawaban tegas prinsip promoter Polri, yakni profesional, modern, dan terpercaya.

Berita terkait: