Kempora dan PSSI Sepakat Kelola Manajemen Suporter

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kempora ) bersama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ( PSSI ) terus bersinergi persiapan Piala Dunia U-20 2021 dengan mengikuti arahan dari FIFA.

“Pelatihan ini merupakan program rutin kita dalam upaya membina suporter sepakbola Indonesia. Kalau sebelumnya kita mengadakan sarasehan suporter, untuk tahun ini kita bekerjasma dengan PSSI dalam bentuk pelatihan dengan melibatkan klub dan kelompok suporter,” kata Menpora, Zainudin Amali, usai menutup kegiatan Pelatihan Manajemen Suporter, Sabtu (18/7/2020).

Menpora juga menjelaskan perkembangan sepakbola di Indonesia dipantau oleh FIFA, karena FIFA sekarang ini lebih menuju pada pembangunan sepakbola. Indonesia dianggap menjadi salah satu negara yang sangat serius untuk membangun sepakbolanya. Sehingga Indonesia yang dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Kenapa kita yang dipilih, satu poin penting yang dinilai oleh FIFA karena ada jaminan dari pemerintah. Pak Presiden mengirim surat langsung kepada Presiden FIFA. Selain itu ada juga garansi dari pemerintah beberapa menteri yang mengirim surat kepada FIFA dan itu yang membuat Indonesia akhirnya terpilih,” tambahnya.

Selain mempersiapkan dari sisi sarana dan prasarana, Menpora juga menitik beratkan pengembangan dari sisi sumber daya manusia guna sukses Piala Dunia U20 tahun 2021 mendatang.

Sumber daya manusia selain atlet dan pelatih, pembinaan terhadap supporter dinilai memiliki peran yang besar. Suporter memiliki peran besar terhadap sepakbola Indonesia, apalagi akan menghadapi Piala Dunia U-20 2021 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah.

Di Piala Dunia U-20 2021 nanti, suporter menjadi bagian yang penting. Oleh karenanya Menpora akan terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan manajemen suporter sebagai upaya mensukseskan Piala Dunia U-20 2021 nanti dan Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik.

“Ke depan saya berharap PSSI, klub dan organisasi kelompok suporter agar bersinergi dalam melakukan pembinaan suporter Indonesia yang terkenal fanatismenya, karena jika tidak dikelola dengan baik, fanatisme itu akan berdampak negatif, apalagi tahun depan kita tuan rumah Piala Dunia. Saya berharap suporter bola bisa menunjukan fanatismenya secara elegan dan sesuai ketentuan FIFA, tentunya dengan catatan kita berharap di tahun depan kondisi Covid19 sudah membaik sehingga laga Piala Dunia bisa disaksikan langsung suporter,” urai Amali.

Guna memberikan input kepada komponen suporter terkait regulasi terbaru perkembangan sepakbola, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga memaparkan visi misi PSSI menghadapi Piala Dunia U20 2021 nanti. Ia mengaku suporter di Indonesia sangat luar biasa dan merupakan bagian terpenting dari sepakbola. Tanpa mereka sepakbola terasa hambar.

Perwakilan tim dan suporter cukup antusias untuk mengikuti acara tersebut. Mereka yang hadir diantaranya yang hadir yakni, Barito Putra, Persija, The Jakmania, Viking, Persija Foundation, Singamania Sriwijaya FC, Persebaya, Bhayangkara FC, Tira Persikabo, Asprov PSSI Jabar.

Pendiri Jakmania, Ferry Indrasjarief merespon positif dengan kegiatan yang diselenggarakan Kemenpora ini. Menurutnya banyak informasi baru untuk suporter baik itu terkait regulasi atau yang lain.

“Ini positif, sosialisasi diperluas, terima kasih sekali atas perhatian terhadap sepakbola yang lebih pada tindakan preventif, semoga kedepan bisa ketemu langsung duduk bareng, Pak Menpora, Pak Ketum PSSI dengan teman-teman dan adik-adik suporter, biar lebih nyaman dan cara-cara seperti ini jauh lebih mengena,” kata Ferry.

Berita terkait: