Kemkes: Vaksin Barang Langka tapi Guru Tetap Prioritas

– Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemkes), Kartini Rustandi, mengatakan pemerintah akan tetap menjadikan guru/pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) sebagai prioritas penerima vaksin. Meskipun, Kartini mengingatkan jumlah vaksin Covid-19 di dunia saat ini terbatas bahkan banyak informasi terjadi perebutan vaksin.

“Memang kalau ditanya jumlahnya (vaksinasi pada guru), pasti meningkat, tapi tidak bisa berlari,” kata Kartini dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan mengenai SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka, Kamis (8/4/2021).

Pemerintah saat ini menggencarkan vaksinasi kepada PTK sebagai persiapan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Target vaksinasi kepada sekitar 5,5 juta PTK secara nasional diharapkan bisa tuntas sampai akhir Juni nanti. Kemkes memasukkan PTK sebagai prioritas penerima vaksin tahap II yaitu pekerja publik.

BACA JUGA

Vaksinasi Covid-19 Program Pemerintah Hanya Gunakan Tiga Jenis Vaksin

“Tentu upaya kita sebagaimana yang telah kita rencanakan, kita akan mengupayakan karena kita tahu vaksin barang langka di dunia ini. Beberapa negara bahkan ada yang belum bisa menerima vaksin sampai saat ini,” ujarnya.

Kartini menambahkan Indonesia termasuk negara penerima vaksin tahap awal di dunia, namun jumlahnya masih belum sesuai harapan. Kemkes secara prinsip berusaha mengupayakan agar seluruh PTK selesai menerima vaksinasi sebelum dimulainya tahun ajaran baru Juli 2021.

“Sehingga kelompok-kelompok ada yang memang kita dahulukan, misalnya petugas kesehatan karena setiap hari berhadapan dengan orang sakit,” katanya.

BACA JUGA

Guru di Balikpapan Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Kartini, sejak awal pemerintah telah mendorong masyarakat agar mengutamakan protokol kesehatan lewat 3M bahkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Dia mengatakan selain vaksinasi, protokol kesehatan juga menjadi hal utama untuk diterapkan di sekolah.

“Di satuan pendidikan kita melakukan vaksinasi, setelah vaksinasi, protokol kesehatan tetap menjadi yang utama,” kata Kartini.

SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah dikeluarkan Selasa (30/3/2021). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyatakan SKB itu bukan mengatur sekolah tatap muka untuk dimulai pada tahun ajaran baru Juli mendatang, tapi justru mewajibkan sekolah membuka opsi sekolah tatap muka jika sudah memenuhi daftar periksa termasuk vaksinasi kepada guru.

Berita terkait: