Kedubes AS Serahkan Bantuan 100 Ventilator

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (28/7/2020), menyerahkan secara simbolis bantuan  berupa 100 ventilator jenis Vyaire LTV 1200 senilai US$ 1,5 juta (Rp 21,8 miliar) untuk penanganan Covid-19 di Indonesia. Donasi tahap pertama itu merupakan realisasi dari hasil pembicaraan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden  Joko Widodo pada 24 April 2020.

“Meskipun AS juga sedang memerangi Covid-19, kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Indonesia, termasuk menyediakan ventilator dan kelengkapan ujinya,” kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS di Jakarta, Heather Variava, yang melakukan penyerahan ventilator kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Selasa (28/7/2020).

Variava menyebut Indonesia memerlukan lebih banyak ventilator untuk melaksanakan respons Covid-19. Menurutnya, ventilator yang disumbangkan pemerintah AS memiliki teknologi canggih dan sangat diminati pasar.

“Ventilator-ventilator ini bentuknya ringkas dan mudah dipindahkan serta bisa digunakan untuk prosedur invasif maupun non-invasif, yang akan memudahkan Indonesia merawat pasien yang terkena virus,” ujarnya lewat pernyataan Kedubes AS.

Bantuan ventilator itu disertai perlengkapan, garansi, dan pengirimannya. Selain ventilator, AS melalui Badan untuk Pembangunan Internasional AS (USAID) akan mendanai pelatihan bagi tenaga kesehatan Indonesia tentang cara penggunaan dan prosedur operasional standar, serta pemeliharaan ventilator tersebut.

Di samping donasi ventilator, bantuan darurat AS untuk mendukung perjuangan Indonesia melawan Covid-19 bernilai total sekitar 11 juta dolar AS (Rp 160,6 miliar).

Menlu Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan AS akan terus memperkuat kemitraan strategisnya, tidak hanya untuk mitigasi Covid-19, tapi juga mencegah pandemi yang akan datang dan memberikan dukungan bagi tata kelola kesehatan di tingkat regional dan global.

“Respons bersama jadi kunci untuk atasi tantangan global dengan skala ini,” kata Retno.

Berita terkait: