Jelang Munas PBSI, Rexy: Pilih yang Mengerti Bulutangkis

PBSI akan menggelar musyawarah nasional (munas) 5-6 November dimana salah satu agendanya adalah memiliki ketua umum periode 2020-2024. Sampai hari terakhir pendaftaran, Senin (26/10/2020) kemarin, ada dua calon yang mendaftar yakni Agung Firman Sampurna yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Ari Wibowo, Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Banten.

Ditanya mengenai dua calon yang mendaftar, peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 Rexy Mainaky mengaku gamang. Dia berharap pemilik suara memilih calon yang mengerti betul bulutangkis.

“Terus terang saja saya tidak tahu sama sekali sosok Agung Firman Sampurna yang menjadi salah satu calon ketua umum PP PBSI. Beda dengan calon lain Ari Wibowo yang memang sudah lama berkecimpung di dunia bulutangkis. Kalau Ketua Umum PP PBSI dipegang oleh orang yang tidak mengerti bulutangkis mau dibawa kemana bulutangkis ke depan?,” ujar Rexy Maikaky, Senin (27/10/2020).

Ini yang menurutnya harus jadi pertimbangan bagi para pemilih suara dalam Munas nanti. Lebih jauh Rexy mengatakan, PBSI butuh biaya pembinaan yang cukup besar. Oleh karenanya jika ada pihak yang mau menyeponsori bulutangkis menjalankan program-programnya harus didukung.

BACA JUGA

Ari Wibowo Makin Percaya Diri Maju Jadi Caketum di Munas PBSI

“Dulu di era tahun 80-an hingga awal 1990 PBSI mencoba mandiri. Tapi kan tidak kuat. Akhirnya ada perusahaan yang mau menyokong dana sampai sekarang, dengan anggaran yang tidak terhitung kini mulai disingkirkan dari Pelatnas,” ucap Rexy.

Menyikapi calon Ketum PP PBSI yang berasal dari kalangan non bulutangkis, Rexy mengaku pesimistis. Ia melihat pejabat Negara yang memiliki kesibukan tidak akan punya banyak waktu untuk mengurus bulutangkis.

“Kalau pemimpinnya jarang ke Pelatnas terus siapa yang akan menjalankan roda organisasi. Masak bawahannya semua yang bekerja tanpa arahan dari pemimpinnya. Ibarat perang, pemimpin bulutangkis itu berdiri paling depan. Bukan komandan perang seperti tentara yang pemimpinnya di belakang pasukan,” kata Rexy menambahkan.

Di pihak lain, Rexy melihat Ari Wibowo lebih mumpuni memimpin PP PBSI. Loyalitasnya sudah jelas dengan memfasilitasi atlet lewat pembangunan sarana gedung bulutangkis yang membuat atlet nyaman berlatih.

“Saya lebih optimistis kalau Ari Wibowo yang terpilih menjadi Ketua Umum PP PBSI. Selain cinta bulutangkis, sepak terjangnya selama ini sudah diperlihatkan dengan membangun banyak sarana latihan. Kalau Agung Firman dari sudut mana kita harus menilai? Hingga kini saja saya belum melihat ada pernyataannya di media mau ngapain dia jika terpilih jadi Ketua Umum PP PBSI,” katanya lagi.

BACA JUGA

29 Pengprov Dukung Agung Firman Sebagai Caketum PP PBSI

Dihubungi secara terpisah, juara dunia 1993 Joko Suprianto berpendapat bahwa siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum PP PBSI pada Munas November mendatang harus melepaskan kepentingan klub dan lebih mengutamakan Merah Putih. Pasalnya menurutnya kondisi pemilihan Ketum PBSI dari waktu ke waktu selalu menimbulkan pro-kontra karena tarik menarik dengan kepentingan klub.

“Kita risih juga melihat kondisi seperti ini terulang terus. Pemilihan Ketua Umum selalu mengundang konflik di antara pendukung calon. Saya berharap siapa pun yang terpilih menjadi ketua, dia harus mampu membangun suasana kondusif di organisasi sehingga PBSI ke depan semakin solid,” kata Joko.

Menyoroti dua calon yang sudah mendaftar untuk maju sebagai calon ketua umum PP PBSI, menurut Joko mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Ari Wibowo merupakan sosok yang sudah lama berkecimpung di bulutangkis dan concern juga membina atlet dengan klub Ardes-nya. Sementara Agung Firman Sampurna dicalonkan karena dianggap punya akses ke pemerintah.

“Tapi intinya semua harus berpikir untuk Merah Putih. Kalau prinsip itu sudah dipegang saya rasa PBSI akan membaik. Tapi kalau ego klub masih tinggi di situ maka akan sulit dibayangkan akan jadi apa PBSI ke depan. Saya rasa itu saja,” lanjut Joko.

Berita terkait: