Di Hadapan BEM, Kapolda Jateng: Ada Aturan dalam Sampaikan Aspirasi

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat terutama mahasiswa untuk tetap mematuhi aturan ketika menyampaikan pendapat di muka umum.

“Atas nama apapun, menyampaikan pendapat di muka umum harus mematuhi Undang-Undang nomor 9 Tahun 1999,” kata Luthfi saat menemui perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Tengah di ruang Kapolda Jateng, Kota Semarang, Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA

Polisi Amankan Ratusan Orang Pasca-Demo di DPR

Luthfi menegaskan, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak semua orang, namun tetap harus mengikuti rambu yang ada. “Ada klausul yang harus dipenuhi, dan ditaati terutama oleh adik-adik sekalian,” lanjutnya.

Tindakan hukum yang diambil Polri khususnya Polda Jateng ketika ada yang melanggar aturan tersebut, kata Luthfi, sesuai regulasi. “Polri khususnya Polda Jateng tidak bangga menangkap, tetapi ini dalam rangka memelihara harkamtibmas, melindungi dan mengayomi masyarakat. Kalau melanggar hukum itu equality before the law , jadi sama di mata hukum, tidak peduli mahasiswa atau siapa pun. Jadi tolong dijadikan pedoman bagi mahasiswa sekalian,” tandasnya

Luthfi menegaskan pembubaran demo di Jateng sudah sesuai prosedur.

Dalam kesempatan itu juga dibahas soal penyusup yang menjadi provokator demo, serta permintaan pengalihan penahanan empat mahasiswa dengan alasan kuliah dan menghindari drop out .

Harapan ke depan juga agar para mahasiswa menunda aksi unjuk rasa dengan pertimbangan pandemi dan potensi rusuh. Pertemuan itu dihadiri Direktur Intelkam, Direktur Binmas, Kapolrestabes Semarang dan seluruh Ketua BEM kampus-kampus di Jateng.

Berita terkait: