CEK FAKTA: Hoaks Hasil Positif Covid-19 pada Air Keran Setelah Tes Swab Antigen

Beredar video tes swab antigen pada air keran. Dalam video berdurasi 2 menit 51 detik itu menunjukkan seseorang membasahi alat tes dengan air keran. Hasilnya, air keran menunjukkan hasil positif Covid-19 setelah tes swab antigen.

hoaks air keran berubah jadi positif covid 19Facebook

” Swab Uji Tes Antigen Dengan Tetes Air Keran. Dan Apa Yang Terjadi Air Keran Positif COVID 19… Bagikan Video Ini Sehingga Seluruh Dunia Akhirnya Menyadari Bahwa Tes Ini Benar-Benar Penipuan “

Penelusuran

Menurut penelusuran informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel kompas.com berjudul ” Tes Swab Antigen pada Air Keran Menunjukkan Hasil Positif” pada 21 April 2021, dijelaskan bahwa ada PH tertentu yang menyebabkan hasil tes swab antigen berubah positif Covid-19.

Terlepas dari penggunaan alat yang tidak pada tempat semestinya, Tonang menjelaskan hasil positif pada alat rapid test antigen bisa muncul akibat adanya kandungan pH atau derajat keasaman yang dideteksi oleh alat.

“Jadi persoalannya tentang pH. Ada batas pH yang pas untuk pemeriksaan tersebut (Rapid Test Antigen),” kata Tonang.

Tonang menjelaskan, setiap alat tes sudah memiliki batasan pH tersendiri untuk menunjukkan hasil positif atau negatif sebuah sampel yang di uji.

Dikutip dari Kompas.com (26/12/2020), ahli patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan hasil positif pada alat rapid test antigen bisa muncul akibat adanya kandungan pH atau derajat keasaman yang dideteksi oleh alat.

“Jadi persoalannya tentang pH. Ada batas pH yang pas untuk pemeriksaan tersebut (Rapid Test Antigen),” kata Tonang.

Tonang menjelaskan, setiap alat tes sudah memiliki batasan pH tersendiri untuk menunjukkan hasil positif atau negatif sebuah sampel yang di uji.

Apabila sampel pada alat tes yang digunakan sesuai, maka hasil yang muncul pun dapat dipertanggungjawabkan.

Namun apabila sampel yang digunakan adalah sampel yang tidak semestinya, sehingga kandungan pHnya lebih rendah atau lebih tinggi, maka hasil yang muncul pun tidak kredibel.

“Sampel yang pas, seperti swab, (jika) sudah diukur pada pH yang tepat (sesuai) tersebut, maka kit bekerja secara seharusnya. Tapi bila kita berikan sampel di luar pH tersebut, maka alat akan rusak. Akibatnya seolah-olah positif,” papar dia.

Selain itu, sampel yang digunakan dalam tes cepat antigen adalah cairan yang ada di nasofaring (belakang hidung) atau orofaring (belakang mulut).

Sehingga ketika ada orang yang menguji coba sampel lain untuk diterapkan pada alat tes cepat antigen, maka alat tidak dapat bekerja sesuai fungsinya dan justru rusak dengan mengeluarkan hasil yang tidak semestinya.

Karena itu tes cepat antigen ini semestinya hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki kompetensi.

“Ini penting, untuk menghindari terjadinya risiko yang tidak diinginkan, baik pada hasil tes maupun pada orang yang menjalani tes,” jelas dia.

Menurut Tonang, dalam setiap proses pengambilan sampel ada risikonya. Sehingga pengambilan sampel swab itu seharusnya hanya oleh tenaga kompeten.

“Tidak (dilakukan) sembarang orang dan tidak (dilakukan di) sembarang tempat,” jelas Tonang.

Kesimpulan

Informasi hasil positif Covid pada air keran setelah dites swab antigen adalah hoaks. Hasil tes swab antigen akan menunjukkan hasil yang tidak semestinya jika dilakukan uji coba pada sampel yang salah.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berita terkait: