Biden: AS, Kanada bakal capai emisi nol pada 2050

Kami sedang meluncurkan program kementerian mengenai iklim dengan ambisi tingkat tinggi dan untuk menyelaraskan kebijakan dan tujuan kami mencapai emisi nol bersih pada 2050 Washington – Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan pada Selasa bahwa dia dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau setuju untuk bekerja menuju pencapaian emisi nol bersih pada 2050.

“Kami sedang meluncurkan program kementerian mengenai iklim dengan ambisi tingkat tinggi dan untuk menyelaraskan kebijakan dan tujuan kami mencapai emisi nol bersih pada 2050,” kata Biden dalam pidatonya setelah pertemuan bilateral dengan pemimpin Kanada itu.

Utusan Khusus Perubahan Iklim AS John Kerry dan mitranya dari Kanada, Menteri Lingkungan Jonathan Wilkinson, akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat kementerian.

Kemitraan ini terjadi setelah Biden mencabut izin kunci untuk pipa Keystone XL, yang akan mengangkut 830.000 barel minyak mentah per hari dengan kandungan tinggi karbon dari Alberta Kanada ke Nebraska, pada hari pertamanya menjabat bulan lalu – salah satu di banyak perintah eksekutif. yang ditujukan untuk mengekang perubahan iklim.

Seorang pejabat AS mengatakan tetangga Amerika Utara itu akan “bekerja sama dalam penyelarasan kebijakan” dan bertujuan untuk mengumumkan target pengurangan emisi baru di bawah perjanjian iklim Paris untuk 2030 pada 22 April – hari di mana Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin iklim.

Pejabat itu mengatakan kepada wartawan bahwa bidang kebijakan penyelarasan “kepentingan bersama” akan mencakup pengurangan metana dalam operasi minyak dan gas, transportasi dan kendaraan, serta ketahanan terhadap perubahan iklim.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada Reuters awal bulan ini bahwa Amerika Serikat tertarik untuk meningkatkan impor hidro. Dalam wawancara terpisah, Menteri Lingkungan Wilkinson mengatakan menggabungkan energi bersih Kanada dengan tenaga angin, matahari, dan panas bumi AS adalah prioritas untuk pembicaraan awal kedua negara.

Sumber: Reuters

Baca juga: RI-Inggris kerja sama bidang “startup” digital, bahas isu global

Baca juga: Gerakan menanam pohon berlanjut di tengah pandemi

Berita terkait: