Azerbaijan: Rudal Armenia Tewaskan 13 Orang

Azerbaijan pada Sabtu (17/10) menuduh Armenia menyerang kota terbesar kedua Ganja, dengan rudal balistik. Seperti dilaporkan AP , serangan itu menewaskan sedikitnya 13 warga sipil dan melukai 50 orang lainnya dalam eskalasi baru konflik mereka di Nagorno-Karabakh.

Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Armenia membantah melakukan serangan itu. Tetapi otoritas separatis di Nagorno-Karabakh mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan keberadaan fasilitas militer yang ”sah” di kota Ganja, meskipun mereka berhenti mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Pejabat Azerbaijan menyatakan rudal Scud buatan Soviet menghancurkan atau merusak sekitar 20 bangunan tempat tinggal di Ganja dalam semalam. Alhasil pekerja darurat menghabiskan berjam-jam mencari korban dan penyintas di reruntuhan.

Rudal Scud yang berasal dari tahun 1960-an bisa membawa banyak bahan peledak tetapi dikenal kurang presisi.

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada bangsa itu, presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengecam serangan rudal itu sebagai kejahatan perang. Dia juga memperingatkan pemimpin Armenia bahwa mereka akan menghadapi tanggung jawab.

“Azerbaijan akan memberikan tanggapan dan akan melakukannya secara eksklusif di medan perang,” kata Aliyev.

Sementara pihak berwenang di Azerbaijan dan Armenia membantah telah menargetkan warga sipil. Namun daerah pemukiman semakin sering mendapat penembakan di tengah permusuhan yang telah berkecamuk selama tiga minggu meskipun ada upaya Rusia untuk menengahi gencatan senjata.

Berita terkait: