Aparat Libia Selamatkan 156 Migran dari Sindikat Pedagang Manusia

Otoritas keamanan Libia menggerebek satu penjara rahasia di kota Kufra. Seperti dilaporkan AP, Senin (22/2), aparat berhasil menyelamatkan 156 migran dari sindikat pedagang manusia.

Seperti yang dikatakan badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (22/2), lebih dari 1.300 migran yang menuju Eropa kembali selama seminggu terakhir ke Libia yang dilanda konflik itu.

Penggerebekan di kota Kufra terjadi pada Minggu (21/2) setelah seorang migran berhasil melarikan diri dari rumah yang diubah menjadi penjara minggu lalu.

“Dia melaporkan kepada pihak berwenang bahwa dirinya dan migran lainnya ditahan dan disiksa oleh para pedagang di sana,” kata biro keamanan Kufra.

Dilaporkan, pasukan keamanan menangkap sedikitnya enam pedagang dan merujuk mereka ke jaksa penuntut untuk penyelidikan lebih lanjut, kata biro keamanan. Di antara mereka, ada 15 wanita dan lima anak kecil.

Para migran, yang berasal dari Somalia, Eritrea, dan Sudan, dibebaskan dan dibawa ke tempat penampungan di mana mereka diberi makanan, pakaian, dan selimut.

BACA JUGA

200 Migran Ilegal Diselamatkan dari Pantai Libia

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan setidaknya 1.315 migran dicegat di Laut Mediterania sejak 16 Februari, dan kembali ke kota Tripoli, Zuwara, dan Sabratha di Libia barat.

“Sejak awal tahun, sekitar 3.600 miigran, termasuk sekitar 270 wanita dan 187 anak-anak, telah dikembalikan ke negara Afrika Utara itu,” kata IOM.

Seperti yang sebelumnya, para migran itu dibawa ke pusat penahanan yang kumuh di dalam dan sekitar Tripoli. Ribuan migran telah dikurung di pusat-pusat ini, sebagian besar dijalankan oleh milisi yang terkait dengan pihak berwenang di Tripoli.

Pada Januari, satu kapal yang membawa migran yang menuju Eropa terbalik di Mediterania di lepas pantai Libia. Setidaknya 43 orang tenggelam, bencana laut pertama tahun ini yang melibatkan migran yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Eropa.

Berita terkait: