15 Ajaran Rasulullah Kiat Romantis untuk Pasangan Suami Istri Harmonis Sesuai Hadis

Hadis Rasulullah SAW merupakan pedoman hidup bagi umat muslim setelah Alquran. Setiap ajaran Rasullah SAW patut diamalkan agarmenjalani kehidupan sesuai ajaran Islam.

Termasuk perihal pernikahan . Dalam ajaran Islam, menikah merupakan ibadah dengan kedudukan yang sangat penting dan sakral. Pernikahan disebut sebagai ‘mitsaqan ghalizha’ dalam AlQuran, berarti perjanjian yang amat kukuh atau kuat.

Terdapat berbagai berkah di balik pernikahan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Meski aktivitas bersama pasangan halal itu terlihat sederhana, namun sebenarnya bernilai pahala dan sedekah. Selain itu, ikatan suci pernikahan menjamin keharmonisan, kebahagiaan, dan ketenangan, selama dijalankan dengan tulus.

Seperti firman Allah dalam AlQuran, surat An Nisa ayat 19: “Pergaulilah mereka (istrimu) dengan cara sepatutnya. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Apalagi ditambah dengan meneladani romansa Nabi Muhammad SAW bersama istrinya. Banyak kisah yang tertuang dalam hadist, menceritakan keindahan romantisme Rasul kala itu. Begitu luar biasanya, beliau memuliakan sang istri.

Berikut beberapa ajaran Rasulullah kiat romantis untuk pasangan suami istri yang harmonis, sesuai hadis.

1. Tidur Satu Selimut

Kiat romantis sesuai ajaran Rasulullah yang pertama ialah tidur bersama pasangan dalam satu selimut. Selain menghangatkan tubuh, juga membuat hati lebih tentram.

Dikisahkan oleh Aisyah RA, ketika Rasul sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Rasul kemudian bertanya, “Mengapa engkau bangkit?”.

Aisyah menjawab “Karena aku sedang haidh wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata “Kalau begitu pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali denganku.” Aisyah pun masuk lalu berselimut bersama beliau,” (HR Sa’id bin Manshur).

2. Makan dan Minum Bersama

Ajaran Rasulullah yang patut diteladani selanjutnya ialah menikmati santapan bersama. Hingga tak segan-segan sepiring berdua, serta minum dari gelas yang sama.

Dari Aisyah RA, berkata: “Saya biasa makan bubur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Bukhari)

Dalam hadis yang lain diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW dan Aisyah minum dengan gelas dan piring yang sama. Bahkan makan daging pada bekas jilatan Aisyah. (HR. Nasai).

3. Sering Mencium Istri

Cara menjalin keharmonisan Rasulullah berikutnya dengan sering mencium sang istri. Jika Anda hendak meluluhkan hati pasangan, sebaiknya lakukan ini setiap saat.

Dari Hafshah, putri Umar RA sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa. (HR. Ahmad).

4. Mandi Bersama Istri

Ajaran Rasul kiat romantis yang juga berpahala. Berbagai aktivitas mesra dengan pasangan sah, dinilai sedekah dalam Islam.

Aisyah RA berkata: “Aku mandi bersama Rasulullah dari satu bejana. Kemudian Rasulullah mendahuluiku sampai aku berkata, ‘Tinggalkan untukku. Tinggalkan untukku.” (HR. Muslim).

5. Menyisir Rambut

Cara bersikap romantis supaya harmonis selanjutnya dengan menyisir rambut suami, maupun sebaliknya. Terdengar sederhana, namun begitu berarti.

“Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”. (HR Muslim).

6. Suami Menyuapi Istri

Tanggung jawab seorang suami tentunya memberi nafkah pada keluarga. Hal itu dinilai sedekah, termasuk saat dirinya menyuapi sang istri dengan mesra.

Dari Saad bin Abi Waqosh RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

7. Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Di era saat ini, seorang suami yang rela membantu pekerjaan rumah tangga kerap kali menjadi pujian banyak orang. Sejak zaman Rasulullah, hal ini sudah menjadi biasa dilakukan untuk meringankan pekerjaan istri di rumah.

Umul Mukminin Aisyah pernah ditanya : “Apa yang dilakukan Nabi SAW di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)

 

8. Mengajak Istri Melihat Hiburan

Cara Nabi SAW membahagiakan istri berikutnya dengan mengajak melihat pertunjukkan. Bahagia bersama duduk berdampingan hingga pipi bersentuhan.

Dari Aisyah RA, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi SAW sendiri yang berkata padaku : ‘Apakah engkau ingin melihatnya?’ Aku menjawab: Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya.

Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata : ‘Teruskan permainan kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata : ‘Kalau begitu, pergilah!.”  (HR Bukhari dan Muslim).

9. Memanjakan Istri saat Sakit

Cara istimewa Rasul demi memanjakan sang istri ialah melayaninya saat sakit.  Diriwayatkan oleh Aisyah RA, “Rasulullah SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit.” (Muttafaqun alaih).

10. Mengantarkan Istri

Shofiyah, istri Rasulullah SAW, menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Nabi saat sedang melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga ikut berdiri untuk mengantarkannya . (HR Bukhari dan Muslim)

 

11. Memberi Istri Hadiah

Begitu adil Rasulullah SAW memanjakan para istrinya. Termasuk saat beliau menerima hadiah, yang dibagi rata.

Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau. Lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah. ” (HR. Ahmad).

12. Memanggil Istri dengan Mesra

Hampir sebagian besar wanita pasti akan luluh hatinya saat dipanggil mesra oleh pasangan. Sehingga baik untuk para suami, mencontoh perangai Nabi SAW yang satu ini.

Menurut riwayat Nasai ,Ibnu Majah, Baihaqi Nabi SAW juga memanggil Aisyah dengan ‘ya Humaira’, berarti kemerah-merahan. Panggilan tersebut sebagai ungkapan kekaguman Nabi pada kecantikan Aisyah yang merona pipinya.

13. Tidur di Pangkuan Istri

Ajaran Rasulullah kiat romantis dan harmonis selanjutnya dengan tidur di pangkuan. Tetap dapat bermesraan meski sang istri tengah menstruasi.

Aisyah RA berkata : ” Pernah Rasulullah SAW berbaring di pangkuanku, saat aku sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur`an. ” (HR. Muslim).

14. Bergurau dan Bermain Bersama

Bercanda merupakan ajang saling membahagiakan pasangan. Tertawa bersama akan membuat suasana rumah Anda menjadi lebih hangat dan nyaman.

Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah SAW : “Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya. ” (HR Bukhari).

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi SAW tertawa melihat tingkah keduanya . (HR Nasa’i).

15. Tidak Mencela Masakan Istri

Saat ini tak jarang wanita yang tengah berjuang belajar memasak sebelum menikah. Meski begitu, ada pula yang merasa kesulitan dan menghasilkan makanan yang mungkin kurang memuaskan. Tak jadi masalah, selama sang suami memberikan bentuk penghargaan, setidaknya istri sudah berusaha dan belajar membahagiakan.

“Rasulullah SAW juga tak pernah mencela masakan istri. Kalau beliau suka akan dimakan, kalau tidak suka, beliau biarkan tanpa mencacatnya.” (HR. Bukhari).

Itulah beberapa ajaran Rasulullah kiat romantis. Berbagai cara yang patut Anda coba mulai saat ini, demi meraih keharmonisa, serta mencapai keluarga yang ‘sakinah mawaddah wa rahmah’. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

[kur]

Baca Selanjutnya: 1 Tidur Satu Selimut…

Halaman

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Berita terkait: