Published On: Ming, Jul 14th, 2019

Laksanakan Embarkasi Kogasgabratmin Siap Daratkan Pasukan Kogasratgab

Share This
Tags

JAKARTA, IJN.CO.ID — Sebelum memasuki awal babak pelaksanaan Operasi Pendaratan Administrasi, Armada Jaya ke-37, KRI Teluk Bintuni (TBN) 520 dan KRI Banda Aceh (BAC) 593 melaksanakan proses embarkasi personel dan material pada Kamis (11/7) di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya. 
Pada tahap embarkasi ini Katerminal Mobil Kogasgabratmin berkoordinasi dengan Perwira Embarkasi Kogasratgab dalam hal ini diperankan oleh pasukan Marinir,  tentang kegiatan embarkasi personel dan material meliputi penempatan di ruang pasukan serta pengaturan kendaraan tempur, kendaraan taktis dan material tempur lainnya di dalam ruang muat kapal perang. Disamping itu, yang menjadi pertimbangan dalam pemuatan di kapal perang adalah jumlah kekuatan pasukan Kogasratgab yang langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi jumlah material tempur yang akan diangkut.  
Panglima Kogasgabratmin Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. di depan wartawan mengatakan bahwa dalam operasi pendaratan administrasi yang sesungguhnya, bila melibatkan 1 divisi pasukan TNI AD sebagai Komando Tugas Operasi Darat Gabungan (Kogasratgab), maka akan ada ratusan kendaraan tempur dan kendaraan taktis berikut material tempur berbagai jenis akan diembarkasi ke dalam sejumlah kapal angkut, oleh karena itu proses embarkasi ini sendiri, akan dapat memakan waktu dua sampai tiga hari. Lebih Lanjut Panglima Kolinlamil yang juga Pangkogasgabratmin ini mengatakan bahwa, tahap embarkasi ini merupakan bagian terpenting dari operasi pendaratan administrasi, kesalahan dalam menempatkan material tempur akan berdampak pada ketepatan pencapaian keberhasilan tugas Kogasgabratmin dalam mendaratkan unsur-unsur Kogasratgab. 
Usai melaksanakan embarkasi seluruh personel dan material tempur Kogasratgab, Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) melaporkan secara detail proses embarkasi yang telah dilaksanakan kepada Panglima Kogasgabratmin. Proses embarkasi ini juga rentan terhadap ancaman serangan musuh, baik serangan udara maupun ancaman sabotase, oleh karena itu pada proses embarkasi ini, dibawah koordinator Komandan Pangkalan TNI AL setempat, seluruh unsur yang sedang embarkasi juga melaksanakan siaga pertahanan pangkalan. Sistem sensor, senjata dan pusat kendali di masing-masing KRI diawaki untuk mengantisipasi segala kemungkinan serangan musuh. Sedangkan untuk menghadapi ancaman sabotase, dilaksanakan prosedur lawan sabotase bawah air (LSBA) guna mengantisipasi adanya ancaman sabotase yang ingin menggagalkan tugas pokok Kogasgabratmin. (Fidel) .