Wali Kota Cimahi Diduga Gunakan Uang Suap untuk Beli Tanah Atas Nama Anaknya

Wali Kota nonaktif Cimahi, Ajay Muhammad Priatna diduga menggunakan uang hasil suap terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda untuk membeli aset. Salah satunya membeli tanah di kawasan Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat. Ajay pun diduga menyamarkan pembelian tanah itu dengan mengatasnamakan anaknya.

“Uang yang diduga diterima tersangka diduga digunakan untuk membeli aset berupa tanah di Dago Pakar atas nama anak tersangka AJM (Ajay Muhammad Priatna),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

Ali menyatakan, uang yang digunakan Ajay membeli tanah di Dago Pakar itu telah disita tim penyidik dari pihak developer Dago Pakar, PT Bandung Pakar. Penyitaan dilakukan saat salah seorang pihak pengembang Dago Pakar, PT Bandung Pakar, menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan mengembalikan uang yang berasal dari Ajay tersebut.

“Pihak developer mengembalikan dana yang sudah disetor ke developer tersebut dan kemudian dilakukan penyitaan,” kata Ali.

BACA JUGA

Kasus Perizinan RS di Cimahi, KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton

Diketahui, KPK menangkap dan menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp 1,661 miliar dalam lima tahap dari total kesepakatan Rp 3,2 miliar. Uang itu diduga berkaitan dengan proses perizinan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

Untuk mengusut kasus ini, tim penyidik KPK telah menggeledah empat lokasi yaitu Kantor dan Rumah Wali Kota Cimahi, RSU Kasih Bunda dan Kantor PT Trisakti Megah. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen seperti catatan keuangan yang diduga terkait suap yang diterima Ajay, serta dokumen pengajuan izin RSU Kasih Bunda.

Berita terkait: