Sejumlah pejabat Pemkab Teluk Wondama terpapar COVID-19

Teluk Wondama – Sejumlah pejabat pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, terkonfirmasi positif COVID-19 dan satu dinya meninggal dunia.

Juru bicara Satgas penanganan COVID-19 Teluk Wondama, dr Yoce Kurniawan di Wasior, Sabtu, mengingatkan para pejabat daerah selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat jumlah pejabat yang terpapar COVID-19 terus bertambah.

“Dalam beberapa waktu terakhir sudah beberapa pejabat terpapar Covid-19. Salah satu dinya meninggal dunia beberapa waktu lalu,” ucap Yoce.

Baca juga: Satgas Papua Barat : Penanganan COVID-19 masih jadi prioritas 2021

Menurutnya perjalanan dinas yang tidak terlalu penting sebaiknya tidak dilakukan. Ini sebagai upaya melindungi diri dari penularan virus corona.

“Mungkin perjalanan dinas tetap, tapi kalau itu kurang prioritas sebaiknya tidak karena kasus COVID-19 masih menyebar di mana-mana,“ katanya.

Ia mengungkapkan, sesuai data harian kasus COVID-19 di Teluk Wondama masih menunjukkan tren peningkatan. Secara akumulatif temuan konfirmasi positif di daerah ini tercatat sudah mencapai 100 orang.

Baca juga: Cegah COVID-19, warga Papua Barat disarankan periksa kesehatan rutin

Pada 20 November 2020 Teluk Wondama mencatat tambahan lima kasus baru. Sehari sebelumnya yakni pada 19 November telah ditemukan tambahan dua kasus.

“Kasus positif di Teluk Wondama sudah tembus tiga digit. Dari 100 pasien positif, yang berhasil sembuh 78 orang dan meninggal empat orang,” sebut Yoce lagi.

Direktur RSUD Teluk Wondama ini mengemukakan bahwa dari tujuh kasus baru yang ditemukan pada 19 dan 20 November itu dua dinya pejabat daerah.

Kurniawan menambahkan secara klinis kondisi kesehatan para pasien baru ini cukup bagus. Gejala yang mereka alami bervariatif dari ringan, sedang dan tanpa gejala.

“Mudah-mudahan dengan tertib menjalankan isolasi kondisi kesehatan mereka terus membaik dan bisa sembuh dari COVID-19,” demikian Yoce Kurniawan.

Baca juga: Cegah penyebaran, ASN Papua Barat bekerja dari rumah diperpanjang lagi
 

Berita terkait: