Rumah Belajar Diakses 157 Juta Pengguna

Rumah Belajar yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadi salah satu platform konten belajar yang dikunjungi oleh banyak orang pada masa pandemi Covid-19 ini. Bahkan, berdasarkan data statistik, sejak diluncurkan sembilan tahun lalu, platform itu telah diakses oleh lebih dari 157 juta pengguna.

”Ini tentu angka yang tidak main-main untuk sekelas website pemerintah dan tentunya pendidikan yang biasanya jarang sekali orang mengakses website pendidikan,” kata Plt Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) Kemdikbud, M. Hasan Chabibie pada acara pada seminar virtual “Menyongsong Tahun Ajaran Baru Bersama Rumah Belajar”, Rabu (15/7/2020).

Ia menambahkan, masifnya pemanfaatan Rumah Belajar di antaranya tidak lepas dari peran Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi. Saat ini Kemdikbud memiliki 102 Duta Rumah Belajar yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten, dari Aceh hingga Papua.

Selanjutnya, Hasan menyebutkan, data pencapaian platform Rumah Belajar ini bertambah sejak sekolah melaksanakan kegiatan belajar dari rumah (BDR) pada masa pandemi Covid-19. Rumah Belajar pun menjadi platform rujukan bagi siswa, orang tua, dan guru.

Saat ini, Rumah Belajar memiliki empat fitur utama yang bisa dijelajahi, yakni Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Sedangkan fitur pendukung yang bisa dimanfaatkan ialah Peta Budaya, BSE, Wahana Jelajah Angkasa, dan Karya Bahasa dan Sastra.

Pada kesempatan sama, Hasan mengisahkan, dalam jangka waktu sembilan tahun ini, telah banyak inovasi yang dilakukan oleh Rumah Belajar. Ada pun tujuannya adalah agar siswa dapat belajar di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja secara gratis dan mudah diakses melalui android ataupun iOS.

Pada masa pandemi ini, belum ada kepastian kapan pelaksanaan BDR berakhir. Hasan pun mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi mengoptimalisasi pemanfaatan Rumah Belajar.

Berita terkait: