Kemenkes, Kementerian dengan Kasus COVID-19 Terbanyak di Jakarta

Jakarta, – Kementerian Kesehatan tercatat sebagai klaster kementerian/lembaga dengan kasus COVID-19 terbanyak. Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, di kementerian yang dipimpin Menteri Terawan Agus Putranto itu ada 139 kasus COVID-19.

Setelah Kemenkes, tercatat Kementerian Perhubungan menjadi kantor dengan kasus COVID-19 terbanyak kedua, yakni 90 kasus positif COVID-19.

Hingga Senin, 7 September 2020, Pemprov DKI mencatat ada 629 kasus COVID-19 di lingkungan kantor/lembaga. Berikut adalah sebaran lengkap klaster COVID-19 di kantor Kementerian di Jakarta.

1. Daftar lengkap klaster COVID-19 di 27 kantor kementerian

Kemenkes, Kementerian dengan Kasus COVID-19 Terbanyak di JakartaIlustrasi tenaga medis COVID-19. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

1. Kementerian Kesehatan: 139 kasus positif

2. Kementerian Perhubungan: 90 kasus positif

3. Badan Litbangkes Kemenkes: 49 kasus positif

4. Kementerian Keuangan: 42 kasus positif

5. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia: 35 kasus positif

6. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: 33 kasus positif

7. Kementerian Pertahanan: 33 kasus positif

8. Kementerian Pemuda dan Olahraga: 28 kasus positif

9. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: 25 kasus positif

10. Dirjen Imigrasi: 21 kasus positif

11. Kementerian Pertanian: 18 kasus positif

12. Kementerian Dalam Negeri: 16 kasus positif

13. Kantor Pajak Pratama Jakarta: 15 kasus positif

14. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: 14 kasus positif

15. Kementerian PPAPP: 14 kasus positif

16. Kementerian Koordinator PMK: 12 kasus positif

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Syekh Ali Jaber Ditusuk, UU Perlindungan Tokoh Agama Belum Jelas?
  • Ini Jam Operasional KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta saat PSBB
  • Viral Balap Lari Liar Malam Hari, Polisi Ancam Hukuman Pidananya

17. Kementerian Bappenas: 10 kasus positif

18. Kementerian Luar Negeri: 7 kasus positif

19. Kementerian PAN-RB: 6 kasus positif

20. Kementerian Kelautan dan Perikanan: 6 kasus positif

21. Kementerian Perdagangan: 5 kasus positif

22. Kementerian Agama: 3 kasus positif

23. Kementerian Lingkungan Hidup: 3 kasus positif

24. Kementerian UMKM: 2 kasus positif

25. Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Barat: 1 kasus positif

26. Kemenkop KUMKM: 1 kasus positif

27. Kemenristek BRIN: 1 kasus positif

Baca Juga: Tempat Tidur ICU di RS Rujukan COVID-19 Jakarta Tersisa 17 Persen

2. Syarat yang harus dipenuhi sebelum sebuah kantor ditetapkan sebagai klaster

Kemenkes, Kementerian dengan Kasus COVID-19 Terbanyak di JakartaKantor Kementerian Perhubungan (ANTARA News/Rangga Jingga)

Kepala BLUD Jakarta Smart City (JSC) Dinas Komunikasi, Indormatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Yudhistira Nugraha, mengatakan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum sebuah tempat disebut sebagai klaster. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, maka tidak bisa disebut menjadi klaster.

“Jika sudah terbukti ada penularan di sana secara epidemiologis terhadap orang, tempat, dan waktu,” jelasnya ketika dikonfirmasi pada Selasa (15/9/2020).

3. Kasus harian COVID-19 di Indonesia hampir menyentuh angka 4.000 pada 16 September lalu

Kemenkes, Kementerian dengan Kasus COVID-19 Terbanyak di JakartaProses pemakaman salah satu jenazah COVID-19 di TPU Pondok Ranggon pada Selasa (16/9/2020) (/Aldila Muharma – Fiqih Damarjati)

Kasus positif COVID-19 pada Rabu (16/9/2020), bertambah sebesar 3.963 orang. Angka tersebut mengalahkan rekor kasus harian sebelumnya yang mencapai 3.861 orang, pada Kamis 10 September 2020 lalu.

Dengan penambahan kasus baru ini, Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, total kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi secara nasional adalah 228.993 kasus. Dari jumlah itu, 164.101 orang tercatat sembuh dan 9.100 orang lainnya meninggal.

Sementara itu berdasarkan wilayah, DKI Jakarta mencatat kasus penambahan tertinggi sebanyak 1.294 kasus. Diikuti oleh Jawa Timur 372 kasus, Jawa Tengah 340 kasus, Jawa Barat 293 kasus, dan Kalimantan Timur 217 kasus.

Baca Juga: DKI Jakarta Tidak Butuh Izin Baru Kemenkes untuk Terapkan PSBB Total

Berita terkait: