Kejari Tetapkan 6 Tersangka Baru Korupsi Dana BOS SD Kota Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menetapkan enam tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekolah dasar (SD) Kota Bogor. Enam tersangka itu diduga bersekongkol untuk mengkorupsi dana Rp 17,2 milar yang digunakan pembuatan dan penggandaan delapan kegiatan ujian.

Adapun, kegiatan yang dimanipulasi yakni kegiatan ujian tengah semester, ujian akhir semester, try out , serta ujian akhir sekolah di SD se-Kota Bogor. keenam tersangka tersebut berprofesi sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tiap Kecamatan. Mereka adalah BS, GN, DB, SB, DD, dan WH

Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna mengatakan penetapan keenam tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka pertama JRR selaku pihak ketiga atau kontraktor penyedia jasa percetakan kegiatan ujian sekolah di tingkat SD di seluruh Kota Bogor.

“Seharusnya untuk ujian itu dikelola oleh dewan sekolah dan komite sekolah, tetapi lantaran tanpa sepengetahuan komite sekolah maka dikerjakanlah dengan menggunakan pihak ketiga. Hal itu yang menjadi awal terjadinya tindakan korupsi dari dana BOS sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 17,2 miliar,” Bambang memaparkan, Rabu (23/72020) petang.

Menurut Bambang, berdasarkan penelusuran, keenam tersangka K3S sangat intens berkomunikasi dengan penyedia jasa JRR hingga adanya permainan di antara mereka yang merugikan negara.

Bambang menambahkan, dari total jumlah kerugian negara sebesar Rp 17,2 miliar, Kejari menerima pengembalian sebanyak Rp 75 juta dari satu orang K3S, dan menyita satu unit mobil Avanza Veloz, termasuk dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara ini.

“Enam tersangka meliputi PNS aktif dan pensiun. Nanti akan kita kembangkan lebih lanjut dan kita lihat hasilnya di sidang pengadilan. Yang jelas atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 junto pasal 18 dan 55, UU tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Pada Senin (13/7/2020) Kejari Kota Bogor menetapkan JRR seorang kontraktor sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana BOS SD se-Kota Bogor dengan total kerugian negara sebesar Rp 17,2 miliar.

Dalam tahap penyidikan, kata Bambang, Kejari Kota Bogor berkoordinasi dengan inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diketahui ada kerugian negara dalam penyelewengan dana BOS sebesar 17,2 miliar rupiah.

Dalam satu tahun ajaran ada delapan kegiatan ujian yang akan diikuti 130.000 siswa jenjang kelas 1 hingga 6 SD se-Kota Bogor dan seharusnya ujian sekolah menggunakan dana BOS. Dalam praktik tindak korupsi, setiap siswa yang akan mengikuti ujian dipungut Rp 27.000 per siswa.

Berita terkait: