Kapasitas tes COVID-19 di Belanda langka saat kasus melonjak

Amsterdam () РOtoritas kesehatan kota di Belanda pada Kamis memperingatkan bahwa masyarakat yang ingin melakukan tes COVID-19 kemungkinan harus menunggu karena  permintaan tes membludak akibat lonjakan kasus.

Meski pemerintah pusat telah menjanjikan kesanggupan tes COVID-19 bagi siapa pun, kelompok payung otoritas daerah dan kota (GGD) yang bertugas melakukan tes menyebutkan bahwa laboratorium beroperasi dengan kapasitas maksimal.

“Untuk saat ini permintaan melampaui pasokan,” katanya melalui pernyataan. “Oleh sebab itu, masyarakat dengan keluhan kesehatan terkadang harus berkali-kali mengajukan tes, yang menyebabkan frustrasi dan membuat jalur telepon dan situs kami sibuk.”

Institut Kesehatan Nasional (RIVM) pada Selasa melaporkan bahwa kasus baru COVID-19 melonjak hingga 50 persen menjadi 5.427 pekan lalu, yang merupakan angka tertinggi sejak akhir April.

Baca juga: PM Belanda tak besuk ibu yang sakit hingga jelang ajal saat corona

Baca juga: Kembali dibuka, McDonald’s di Belanda berlakukan “social distancing”

Juru bicara Kementerian Kesehatan Belanda, Axel Dees, mengatakan pemerintah sedang berupaya mendapatkan lebih banyak pasokan alat tes corona meski terjadi kelangkaan secara global. Pemerintah juga berusaha mencari cara agar menghemat pasokan saat ini guna mengatasi krisis.

“Namun itu akan membutuhkan waktu dan kami tetap akan kerepotan selama beberapa pekan, dan bagi sejumlah orang, mereka harus menunggu lebih lama,” kata Dees. “Memang membuat frustrasi, tetapi begitulah adanya.”

RIVM pada Selasa menyebutkan lonjakan kasus tidak berkaitan dengan pembukaan kembali sekolah dasar di negara tersebut selama tiga pekan terakhir. Kebijakan nasional Belanda tidak mewajibkan penggunaan masker kecuali di transportasi umum.

Surat kabar Trouw pada Kamis melansir bahwa sejumlah sekolah dasar di Belanda mulai membeli alat tes COVID-19 komersial guna menghindari penutupan sekolah.

Dees menyebutkan pemerintah melarang penggunaan tes COVID-19 secara pribadi karena dinilai kurang akurat.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kimia Farma stop sementara distribusi alat rapid test dari Belanda

Baca juga: Pekerja ternak di Belanda tertular virus corona dari cerpelai

Berita terkait: