Jakarta Kembali PSBB, Pasar Properti Diprediksi Kembali Anjlok

Pemprov DKI Jakarta telah memberlakukan kembali PSBB sejak 14 September lalu untuk menghentikan penyebaran virus Corona di ibu kota. Pengamat Properti Ali Tranghanda meyakini PSBB jilid II ini akan kembali menggerus pasar properti Indonesia di akhir kuartal III-2020, seperti yang terjadi di awal Maret lalu.

“Anjloknya pasar properti di akhir Mei lalu, karena PSBB awal. Kemudian masuk dua bulan ini properti justru kembali meningkat. Terjadi akibat pelonggaran PSBB. Ini sangat tergantung dari pengetatan atau tidaknya PSBB,” tegas dia dalam diskusi virtual bertajuk ’75 Tahun Indonesia Merdeka, Properti Penggerak Perekonomian Nasional,’ Kamis (17/9).

Ali mengatakan, pemberlakuan PSBB di seluruh wilayah Jakarta membuat para pengembang kelas menengah sampai kecil sangat tertekan. Menyusul konsumen akan terpancing untuk mengetatkan cash flow sebagai antisipasi kemungkinan terburuk sampai pengetatan wilayah kali dibuka.

“Dampaknya akan membuat periode ketidakpastian semakin panjang. Artinya PSBB sangat mempengaruhi pasar properti saat ini,” paparnya.

Oleh karena itu, menurutnya saat ini perlu adanya penyelamatan perusahaan pengembang dari kesulitan cash flow. Lalu, perlu ada ‘paksaan’ agar bank dapat menurunkan suku bunga KPR dan pinjaman.

“Perlu insentif pajak-pajak pembelian Properti, khususnya untuk investor karena mereka yang relatif siap daya beli. Selain itu, perlu relaksasi pembelian properti untuk konsumen,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga diminta mendatangkan vaksin anti Corona lebih cepat. Sehingga tercipta kepastian iklim investasi di sektor properti. “Salah satu entry point ialah cepatnya kedatangan vaksin. Dengan vaksin gairah Properti lebih baik. Itu salah satu yang ditunggu-tunggu,” jelasnya. [azz]