Indonesia Kontribusi Rp 14 Miliar untuk Koalisi Vaksin CEPI

Indonesia memberikan kontribusi sebesar US$ 1 juta (Rp 14,1 miliar) kepada Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sebagai bentuk dukungan kerja sama produksi vaksin Covid-19 dan berbagai penyakit menular lainnya. CEPI juga telah memilih Bio Farma sebagai salah satu mitra manufaktur vaksin Covid-19 setelah memperoleh hasil positif atas due dilligence (uji tuntas) pada pertengahan September.

Komitmen itu disampaikan secara resmi lewat penandatanganan bersama secara virtual antara Sekjen Kementerian Luar Negeri, Cecep Herawan di Jakarta dan CEO CEPI, Dr Richard Hatchett, di London, dengan disaksikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. CEPI atau Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, adalah kemitraan global antara pemerintah dan swasta berbasis di Oslo, Norwegia, yang diluncurkan pada 2017 untuk mengembangkan vaksin dalam rangka menghentikan epidemi di masa depan.

Menlu Retno dalam sambutannya mengatakan kerja sama Indonesia dan CEPI mempunyai tujuan strategis jangka panjang. Setidaknya ada dua alasan Indonesia untuk berkolaborasi dengan CEPI.

BACA JUGA

Ahli Epidemologi Minta Pemerintah Awasi Potensi Vaksin Covid-19 Ilegal

Pertama, kolaborasi ini memungkinkan Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata kepada upaya multilateral dalam mengembangkan vaksin penyakit menular.

“Indonesia selalu mendorong akses vaksin Covid-19 yang adil bagi semua kalangan. Semua negara berhak mendapatkan akses yang adil, terjangkau, dan merata,” ujar Retno dalam acara penandatanganan yang disaksikan secara virtual oleh wartawan, Selasa (24/11/2020).

Kedua, kerja sama Indonesia dan CEPI akan memperkuat industri kesehatan di dalam negeri, serta mendorong peningkatan ketahanan kesehatan nasional dan kemampuannya dalam merespon pandemi di masa datang.

“Melalui mekanisme CEPI, industri kesehatan Indonesia akan memperoleh akses atas informasi dan pengetahuan terbaru terkait penelitian dan pengembangan vaksin, sehingga dapat mendukung kapasitas penelitian, platform teknologi dan produksi vaksin nasional,” ujar Retno.

Menurut Retno, kerja sama Indonesia dan CEPI juga memberi kesempatan kepada industri farmasi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam jejaring vaksin global. Hal itu telah terbukti dengan kemampuan Bio Farma yang lolos dalam due diligence dari CEPI.

Sementara itu, CEO CEPI, Dr. Richard Hatchett, mengatakan vaksin adalah salah satu instrumen terpenting untuk memerangi penyakit di masa kini dan mendatang, seperti ditunjukkan oleh pandemi Covid-19. Hatchett menyambut baik kontribusi Indonesia dan mengharapkan kerja sama dengan Bio Farma.

“Dengan pengetahuan dan pengalaman Indonesia dalam pengembangan dan manufaktur vaksin selama ini, kita dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama mengembangkan vaksin yang aman, efektif dan dapat diakses secara global, sekaligus menyiapkan diri untuk merespon ancaman pandemi lainnya di masa datang,” kata Hatchett.

Berita terkait: