Gas 3 Kg Langka di Seluma

Meski kuota gas elpiji 3 kg untuk Kabupaten Seluma, Bengkulu, tidak dikurangi Pertamina yakni 4.198 metrik ton, tetapi bahan bakar subsidi ini masih mengalami kelangkaan ditingkatkan pangkalan.

Akibatnya, harga gas elpiji 3 kg di warung-warung melejit dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000 per tabung. Warga terpaksa membeli gas untuk rumah tangga kurang mampu di atas harga normal Rp 17.000 per tabung.

Kepala Disperindag, Koperasi dan UKM Kabupaten Seluma, Mulyadi Jaya Martono, di Bengkulu, Selasa (6/10/2020) mengatakan, dari hasil konformasi pihaknya dengan dua agen elpiji, yakni PT Seluma Indah Lestari dan PT Seluma Mitra Gas pasokan bahan bakar untuk rumah tangga menengah ke bawah ini tidak dikurangi tetap seperti biasa sebanyak 4.198 metrik ton.

Gas elpiji sebanyak disalurkan kepada 173 pangkalan yang ada di Kabupaten Seluma. Rinciannya PT Seluma Indah Lestari menyalurkan gas elpiji subsidi ini kepada 98 pangkalan dan PT Seluma Mitra Gas menyalurkan kepada 75 pangkalan.

“Pasokan gas ke setiap pangkalan yang ada di Seluma, sama sekali tidak dikurangi oleh agen. Tapi, anehnya, persedian gas di pangkalan kosong atau mengalami kelangkaan. Akibatnya, warga terpaksa membeli gas 3 kg ke warung setempat dengan harga Rp 22.000/tabung,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, kata Mulyadi, Disperindag, Koperasi dan UKM Seluma sudah berkoordinasi dengan Pertamina Bengkulu, untuk meminta tambahan jatah agar kelangkaan bahan bakar ini ditingkat pangkalan dapat teratasi dalam waktu dekat.

Dengan demikian, masyarakat Seluma tidak susah lagi mendapatkan bahan tersebut, serta harganya kembali stabil di kisaran Rp 17.000-Rp 19.000/tabung.

Selain minta tambahan kuota gas elpiji 3 kg ke Pertamina pihaknya juga bersama agen akan melakukan sidak ke pangkalan untuk memastikan apakah benar gas subsidi mengalami kelangkaan di daerah ini.

“Kita akan ke lapangan bersama agen untuk memastikan apakah benar gas 3 kg mengalami kelangkaan di pangkalan dan apa penyebabnya. Jika kelangkaan karena kuota dikurangi, maka kita minta Pertamina tetap memasok gas elpiji 3 kg ke daerah ini sesuai jatah yang diberikan sebelumnya,” ujarnya.

Disperindag Seluma juga mengimbau pangkalan agar tidak melayani pembelian 3 kg dari masyarakat secara berlebihan, sehingga kebutuhan masyarakat akan bahan bakar bersih dapat terlayani dengan baik dan harganya stabil paling tinggi d ibawah Rp 20.000/tabung.

Disperindag, Koperasi dan UKM Seluma, akan memantau kelangkaan gas 3 kg di daerah ini. “Jika kelangkaan gas 3 kg di Seluma akibat ulah pangkalan menjual ke pemilik warung secara berlebihan, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada pangkalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Mulyadi juga mengimbau kepada para ASN di Kabupaten Seluma tidak membeli gas 3 kg, karena bahan bakar ini diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu. “Jadi, sebaiknya ASN tidak usah membeli gas 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga, tapi gunakan bahan bakar non subsidi ukurang 5,5 kg dan 12 kg,” ujarnya.

Dengan demikian, jatah gas subsidi ukuran 3 kg untuk rumah tangga kurang mampu di daerah ini tidak berkurang, sehingga kapan saja mereka membutuhkan bahan bakar ini dengan mudah mendapatkan di pangkalan setempat.

Berita terkait: