Diresmikan Jokowi, Bendungan Napun Gete Akan Mengairi Irigasi 300 Ha

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan seluas 99,78 hektare (ha) dan berkapasitas tampung mencapai 11,2 juta meter kubik tersebut akan mampu mengairi area irigasi seluas 300 ha.

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim, hari ini saya resmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT,” ucap Jokowi yang diikuti dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (23/2/2021).

Jokowi menjelaskan bahwa infrastruktur air seperti bendungan, waduk, embung, dan sumur bor merupakan infrastruktur yang sangat dibutuhkan dan selalu dimintakan oleh masyarakat NTT karena air menjadi kunci kemakmuran.

BACA JUGA

Atasi Kemiskinan di NTT, Pemerintah Bangun Embung dan Bendungan

Begitu ada air, lanjut dia, semua tanaman akan bisa tumbuh dan buahnya akan bisa diambil. Bukan hanya itu, daunnya juga akan dapat dimanfaatkan untuk peternakan sebab NTT bagus bagi sektor peternakan.

Dari laporan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang ia terima, bahwa di Kabupaten Sumba Tengah dulu banyak sapi yang diekspor ke Hongkong. Namun hal itu terhenti karena ketersediaan air yang tidak memadai. Karena itu, pemerintah telah membangun sebanyak 7 bendungan di NTT yang sebagian masih dalam proses.

“Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang sudah selesai 2018, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu juga sudah selesai di 2019, sekarang kita putut bersyukur bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka sudah selesai. Patut kita syukuri tinggal 4 bendungan masih dalam proses,” ungkap Jokowi.

Meski sudah dibangun 7 bendungan di NTT, pemerintah daerah meminta dibuatkan dua bendungan lagi. Padahal, provinsi lain paling banyak memiliki satu sampai dua bendungan. Tapi menurut Jokowi, keberadaan infrastruktur air di NTT memang sangat dibutuhkan. Salah satunya Bendungan Napun Gete ini yang memiliki luas 99,78 ha dengan daya tampung 11,2 juta meter kubik dan akan mampu mengairi area irigasi seluas 300 ha.

“Inikan sebuah lompatan yang tidak kecil. Tetapi produktivitas betul-betul harus dimunculkan. Jangan pertaniannya saja. Limbah pertanian juga bisa dipakai untuk makanan ternak,” tutur dia.

Jokowi meyakini, jika satu persatu bendungan sudah selesai, didukung dengan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati yang baik dalam menggiring rakyatnya untuk produktif, maka tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang terkategori kurang. “Kita lihat nanti kalau bendungannya sudah selesai,” tutup Jokowi

Berita terkait: