Airin Akan Terapkan Denda Sosial pada Pelanggar PSBB di Tangsel

Ppembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Tangerang Raya resmi diperpanjang menjadi 27 Juli – 8 Agustus 2020. Hal itu diputuskan Gubenur Banten bersama kepala daerah di wilayah tersebut. Namun sanksi denda tak akan diberikan kepada pelanggar PSBB di Tangerang Selatan.

“Kalau saya pribadi itu yang termasuk dibahas di satuan gugus tugas. Masyarakat lagi susah masa didenda. Makanya kalau saya pribadi, masyarakat lagi susah didenda, memang harus ada sanksi, harus. Di pasal itu pun juga kan ada, sanksi dendanya bisa diatur lebih lanjut dalam Perwal. Tapi kita gak akan kenakan denda, hanya sanski sosial yang diharapkan akan mampu membuat efek jera,” kata Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany uasi mengikuti rapat evaluasi PSBB jilid 6, Sabtu (25/7/2020).

Airin mengatakan PSBB Tangerang Selatan lebih memfokuskan pada pendisplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. “Sekarang ini kampanye kami adalah protokol Covid-19 bukan menjadi kewajiban lagi, tapi sebagai kebutuhan. Jadi apa pun aktivitas kita, mau di dalam rumah, mau di luar rumah, protokol Covid-19 harus dijalankan sepanjang vaksin belum ditemukan,” lanjutnya.

Airin sendiri menyatakan hingga kini masyarakatnya 88,2 persen sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. Meski begitu, dia berharap bisa meningkat lagi setelah perpanjangan PSBB jilid 7 ini.

“Targetnya 90 persen, jadi kita berharap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan. Jangan samapi abai meski ada pelonggaran dibeberapa sektor demi berjalanannya roda perekonomian,” tandasnya.

Berita terkait: