Yakin Masih Hidup, KPK Tegaskan Terus Buru Harun Masiku

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menegaskan, informasi soal buronan kasus dugaan suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku meninggal dunia belum terbukti kebenarannya. Untuk itu, KPK berkomitmen masih terus memburu kader PDIP tersebut.

“Kemarin sempat diisukan meninggal dunia, namun sampai saat ini KPK tidak bisa mengonfirmasi hal itu dengan data yang valid misalnya bahwa yang bersangkutan meninggal dunia. Oleh karena itu, tentu terus dilakukan pencarian,” kata Pelaksana harian (Plh) Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Meski demikian, Ali enggan menyampaikan sejumlah tempat yang sudah disambangi oleh penyidik untuk menangkap Harun. Menurutnya hal tersebut merupakan ranah teknis pencarian. “Teknis pencarian kan tidak bisa disampaikan. Kalau kami sampaikan, ya (tersangka) lari,” kata Ali.

Hingga saat ini, KPK meyakini Harun masih berada di Indonesia. Keyakinan tersebut lantaran KPK belum menerima informasi dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) mengenai perjalanan lalu lintas Harun ke luar negeri.

“Tentunya sudah dilakukan cegah kemudian (jika) ke luar negeri pasti ada informasi. Tapi, laporan ke kami enggak ada yang masuk saat ini. Kalau memang keluar masuk lalu lintas orang pasti ada,” tandas Ali Fikri.

Dalam kasus suap ini, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara terhadap kader PDIP, Saeful Bahri.

Majelis Hakim menyatakan, Saeful Bahri terbukti bersama-sama Harun Masiku menyuap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Sementara, Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio saat ini masih menjalani proses persidangan.

Ali mengatakan, putusan Saeful Bahri menjadi alat bukti yang memperkuat sangkaan terhadap Harun Masiku. KPK berharap, putusan terhadap Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio akan memperkuat konstruksi perkara ini.