Xiaomi prediksi tren ponsel berbaterai besar

Jakarta – Xiaomi Indonesia memperkirakan ponsel berbaterai besar akan diminati konsumen di Indonesia, ketika banyak kegiatan yang mengandalkan gawai dan internet di masa pandemi ini.

“Baterai semakin lama semakin penting,” kata pimpinan Xiaomi Indonesia, Alvin Tse dalam jumpa pers virtual, Senin.

Baca juga: Redmi 9T hadir dengan baterai besar di harga Rp2 jutaan

Kapasitas daya baterai bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan ponsel berdaya besar, namun, juga daya tahan atau durabilitas pemakaian baterai.

Untuk itu siklus hidup baterai, cycle life , baterai juga memegang peranan yang penting. Siklus hidup baterai adalah kemampuan mengisi baterai dari kosong hingga terisi penuh.

Setiap baterai memiliki batas penghitungan siklus, cycle count , yang berbeda. Siklus ini juga akan menentukan kesehatan baterai, apakah masih bisa berfungsi normal atau harus diganti.

Xiaomi mengklaim daya tahan baterai ponsel buatan mereka hingga empat tahun.

” Cycle count yang tinggi adalah penting,” kata Tse.

Baterai besar identik dengan ukuran ponsel yang lebih padat, tebal dan berbobot berat, Xiaomi melihat ini sebagai tantangan untuk mengemas baterai besar tanpa mengorbankan desain.

Xiaomi berkomitmen untuk menghadirkan ponsel berbaterai besar dengan bobot yang tergolong ringan dan di bawah 200 gram.

Baca juga: Xiaomi akan rilis tiga ponsel dengan chipset Snapdragon 888

Baca juga: Siap-siap Mi Fans, ini jadwal pembaruan MIUI 12.5

Baca juga: Xiaomi umumkan ponsel konsep dengan layar lengkung di empat sisi

Berita terkait: