Waspadai Serangan Balik Mafia Tanah

Mafia tanah bukan hanya lihai dalam hal patgulipat sertifikat melainkan juga punya cara mengintimidasi korban dan bahkan menyerang balik bila ada korban yang melawan.

Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menceritakan pengalamannya ketika mendapatkan perlawanan balik dari mafia tanah yang telah menguasai tanah milik ibunya.

“Penting sekali diamati sebagai pelajaran bagaimana mafia (tanah) ini berkelit dan melawan balik. Kalau misalnya kasus tidak terekspose, tidak ada yang tahu, tidak kedengaran, maka mereka akan mencoba untuk mengintimidasi korban,” kata Dino dalam wawancara khusus dengan , di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

BACA JUGA

Fredy Kusnadi Dijerat Pasal Berlapis

Menurut Dino, pihak yang paling lemah untuk diintimidasi mafia tanah biasanya datang dari masyarakat miskin. Kelompok masyarakat tidak mampu akan tunduk ketika sudah diteror dengan menggunakan jasa preman.

Bila korbannya kalangan kelas menengah ke bawah yang tidak punya duit untuk membayar pengacara maka akhirnya mereka pasrah.

Sedangkan bagi korban yang mencoba jalur hukum maka komplotan ini sudah bersiap menyogok ekosistem peradilan.

Dari pengalamannya menghadapi mafia tanah, Dino mengaku juga mendapat ancaman akan dituntut atau dimejahijaukan. Namun, dirinya tidak gentar dan menantang balik dengan mempersilakan mafia tanah untuk menuntutnya.

“Makanya dia (mafia tanah) sering bilang mau menuntut saya. Ayo ke pengadilan. Sementara mereka sudah punya backing di pengadilan. Tapi kalau sudah terekspose seperti sekarang ini, itu menarik,” ujarnya.

BACA JUGA

Ini Modus Mafia Tanah Caplok Sertifikat Rumah Keluarga Dino Patti Djalal

Seperti diberitakan, pada 9 Februari 2021 Dino mengunggah cuitan melalui akun medis sosial twitter. Ia memperingatkan publik agar waspada karena satu lagi rumah keluarga Dino dijarah komplotan pencuri sertifikat.

Tahu-tahu sertifikat rumah milik ibundanya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada akta jual beli, tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan apa pun. Modus komplotan tersebut mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, serta memasang figur-figur “mirip foto di KTP”. Figur tersebut dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu.

Cuitan itu, juga laporan keluarga DIno ke Polda Metro Jaya, menjadikan kasus mafia tanah mengemuka.

Menurut Dino, biasanya bila kasus tanah sudah terekspose oleh media maka mafia tanah akan menjadikan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagai salah satu senjata ampuh.

Langkah demikian dilakukan dengan tujuan agar korban menghentikan aktivitasnya membeberkan keberadaan kelompok mafia tanah.

“Menuntut dengan pasal pencemaran nama baik. Lalu sebisa mungkin menyerang korban dengan tuntutan lain, salah satunya menggunakan UU ITE. Kemudian mencoba merusak reputasi dari korban. Terakhir, mencoba mencitrakan diri sebagai victim (korban),” ucap Dino.

Untuk menghadapi mafia tanah, Dino pun berharap agar masyarakat tidak gentar jika mendapat ancaman serupa. Apalagi jika sudah mengetahui modus operandi mafia tanah dan memiliki bukti cukup untuk melawannya di persidangan.

BACA JUGA

Dalang Mafia Tanah Ditangkap, Dino Berikan Apresiasi kepada Presiden Jokowi

Dalam wawancara khusus tersebut, juga menyebutkan bahwa model intimidasi dengan cara bakal membawa kasus ke jalur hukum tidak hanya dialami warga yang berani menghadapi mafia tanah. Wartawan di lapangan yang menulis sepak terjang mafia tanah pun tak luput dari ancaman serupa.

Berdasarkan pengalaman, intimidasi bisa secara langsung via telepon sampai dengan upaya membawa kasus ke pengadilan dengan delik pencemaran nama baik. Mereka biasanya langsung bicara soal pengadilan, namun sama sekali tidak menyebut UU Pokok Pers yang mengatur pelanggaran oleh pers maupun Dewan Pers sebagai institusi yang menaungi pers.

“Saya (menghadapi mafia tanah) senyum-senyum aja. Ternyata jurus-jurusnya begitu. Cukup kreatif. Tapi ini penting. Untuk korban lain harus tahu jurus ini. Ke depan pasti bisa ketebak. Tapi yang paling penting bagi korban tahulah kira-kira jurusnya,” kata Dino.

Berita terkait: