Warga yang ke Nias Bakal Diisolasi di Gedung Sekolah Selama Tiga Hari

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menjadikan gedung sekolah di Kepulauan Nias sebagai alternatif tempat isolasi bagi warga yang baru datang ke daerah itu, maupun orang yang kontak erat dengan mereka yang positif Covid-19.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, setiap pendatang yang masuk ke daerah itu diwajibkan mengikuti peraturan sesuai ditetapkan, menjalani isolasi di lokasi yang disediakan oleh pemerintah tersebut.

“Meski sudah mengantongi surat keterangan negatif Covid-19, bukan berarti orang bersangkutan (pendatang) itu langsung bisa bebas keluyuran di mana saja,” ujar Edy Rahmayadi, Kamis (17/9/2020).

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, pendatang yang masuk melalui bandara maupun pelabuhan, semuanya diwajibkan menjalani isolasi mandiri di gedung sekolah yang disediakan.

“Kita akan menyediakan segala faisilitas termasuk kebutuhkan untuk semua orang yang menjalani isolasi mandiri itu. Mulai dari tempat tidur maupun kebutuhan pangannya selama isolasi,” katanya.

BACA JUGA

Warga Hendak ke Kepulauan Nias Wajib Tunjukan Hasil Swab Negatif Covid-19

Menurutnya, proses isolasi terhadap pendatang itu dilakukan selama 3 hari. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan bila dinyatakan sehat, maka warga itu diperkenankan untuk pergi ke tempat tujuan.

“Untuk pasien tanpa gejala tidak diperbolehkan lagi menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka wajib menjalani perawatan oleh pihak medis. Kita juga siapkan lokasi perawatan orang tanpa gejala ini,” jelasnya.

Disebutkan, gedung sekolah dijadikan alternatif untuk melakukan perawatan dan isolasi pendatang selama proses belajar – mengajar oleh guru terhadap kalangan pelajar masih dilakukan secara daring.

“Gedung sekolah ini wajib disemprot cairan disinfektan sebelum digunakan. Berbagai fasilitas juga harus disiapkan. Kita juga menyiapkan petugas kesehatan dan aparat melakukan pengamanan,” sebutnya.