Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Positif Covid-19

– Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Hermanus Man, bersama istri positif Covid-19 sesuai hasil tes swab PCR yang diumumkan oleh Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji, Jumat (22/1/2021) malam.

“Saat ini keadaan Bapak Wakil Wali Kota dan Ibu dalam kondisi stabil,” katanya.

Hermanus Man dinyatakan positif terpapar virus corona setelah melakukan kunjungan kerja ke beberapa Puskesmas di Kota Kupang untuk mempersiapkan sebagai tempat penampungan pasien Covid-19 di Ibu Kota NTT itu.

Istri Wakil Wali kota Kupang, Elizabeth Rengka, menjalani perawatan di RS SK Lerik sedangkan Hermanus menjalani isolasi mandiri di rumah jabatan wakil wali kota Kupang.

Elizabeth kata Ernest reaktif usai melakukan rapid test antigen, Kamis (21/1/2021). Setelah itu dilakukan dia menjalani tes swab PCR dan hasilnya positif Covid-19.

“Kemarin langsung dilakukan tes swab PCR dan hari ini hasilnya keluar, terkonfirmasi positif Covid-19,” ujarnya.

”Bapak Wakil Wali Kota Kupang melakukan isolasi di rumah jabatan dengan pengawasan ketat dari petugas kesehatan. Mohon dukungan dari semua masyarakat Kota Kupang. Keadaan beliau berdua cukup stabil dan segar bugar,” kata Ernest.

Selain itu salah satu anggota DPRD NTT, Refafi Gah, juga mengaku positif Covid-19. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT dan ketua DPD Hanura NTT ini mengatakan ia tidak memiliki informasi kalau koleganya di DPRD NTT ada juga yang terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, Messerasi Ataupah, belum bisa dikonfirmasi. Pesan Whatsapp yang dikirimkan hanya dibaca namun belum dijawab.

Wakil Ketua DPRD NTT, Aloysius Malo Ladi mengaku belum tahu kalau rekannya ada yang terpapar Covid-19. Dia mengatakan untuk mengetahui apakah positif atau negatif Covid-19 harus ada hasil lab kesehatan.

”Menyangkut ada atau tidaknya tentu kami pimpinan juga tidak terlalu tahu. Karena seseorang di katakan terindikasi terpapar Covid-19 minimal ada surat keterangan dari dokter yang menyatakan hal itu,” katanya.

Ia hanya menyarankan jika ada rekan sejawatnya yang mempunyai indikasi terpapar Covid-19 harus segera melakukan pemeriksaan. Agar bisa diketahui dengan jelas apakah positif atau negatif.

”Namun demikian saran kami, bagi siapapun yang merasa ada gejala-gejala seperti kurangnya rasa indra penciuman, demam dan batuk harusnya diperiksa. Ini agar dapat diketahui dengan jelas. Jika terbukti Covid-19, pasien itu harus berani terbuka,” jelasnya.

Menurutnya, jika memang positif Covid-19 harus segera melakukan karantina mandiri dan menjalani pengobatan sesuai arahan dokter di rumah sakit. Selain itu, kata dia, bisa juga melakukan isolasi mandiri sambil koordinasi dengan petugas kesehatan agar ditangani dengan baik.

”Terpapar Covid-19 bukan sesuatu yang memalukan dan harus disembunyikan. Oleh karena itu kita harus terbuka biar saudara, teman- teman yang pernah bersama-sama dalam komunikasi atau pernah bersama-sama dapat diperiksa. Dengan demikian kita bisa batasi penyebaran berkelanjutan,” ujarnya.

Berita terkait: