Wakil Ketua Komisi X DPR: Guru Harus Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

– Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan vaksinasi bagi guru/pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Hetifah juga mendukung penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait pembelajaran tatap muka terbatas.

“Kami mengapresiasi terutama terkait pengadaan vaksinasi. Kami melihat proses distribusinya cukup bagus. Intinya guru harus cepat menjadi prioritas agar PTM terbatas bisa segera dimulai,” kata Hetifah dikutip dari siaran pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (8/4/2021).

Hetifah, yang mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (6/4/2021), mengakui dampak sosial dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berkepanjangan.

BACA JUGA

Mendikbud Pastikan Vaksinasi Guru di Daerah Dipercepat

Dilansir dari World Bank , penutupan sekolah di seluruh dunia diperkirakan dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan seumur hidup dari generasi yang saat ini berada di usia sekolah sebesar paling tidak US$ 10 triliun (Rp 145.548 triliun). Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) juga menyatakan bahwa penutupan sekolah memiliki dampak negatif bagi perkembangan kesehatan, pendidikan, pendapatan keluarga, dan perekonomian secara keseluruhan.

Indonesia adalah satu dari empat negara di kawasan timur Asia dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, sedangkan 23 negara lainnya sudah memulainya secara penuh. Dana anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa, Unicef, menyebut bahwa anak-anak yang tidak dapat mengakses sekolah secara langsung semakin tertinggal dan dampak terbesar dirasakan oleh anak-anak yang paling termarjinalisasi.

Menurut mendikbud, dampak PJJ berkepanjangan antara lain penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan risiko eksternal.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan vaksinasi sudah dilakukan kepada 3.600 PTK termasuk penerima hari Selasa lalu. Dia berharap kunjungan mendikbud bisa mendorong penambahan pengiriman dosis vaksin sehingga proses vaksinasi PTK semakin masif untuk mempercepat pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Berita terkait: