Wagub DKI Pastikan Reklamasi Ancol Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) memastikan bahwa reklamasi kawasan Ancol seluas 155 hektare (ha) digunakan untuk kepentingan publik khususnya warga DKI Jakarta. Menurut Ariza, tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok di balik reklamasi Ancol tersebut.

“Prinsipnya kebijakan itu diambil Pak Gubernur untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok, kepentingan golongan, apalagi pribadi,” ujar Ariza di sela-sela Gowes Sehat di Ancol, Jakarta, Minggu (19/7/2020).

Baca juga:  Ini Penjelasan Lengkap Anies Soal Reklamasi Ancol

Menurut dia, salah satu tujuan reklamasi adalah mencegah banjir di Jakarta. Pasalnya, tanah hasil kerukan sungai dan waduk di Jakarta akan ditempatkan di area perluasan kawasan Ancol Timur. “Kegiatan perluasan ini juga dimaksudkan untuk program penanganan banjir, sehingga tanah sedimentasi yang mulai menumpuk di sungai dan waduk di Jakarta itu perlu dikeruk dan dicarikan tempatnya dan sejak 2009 diputuskan di Ancol Timur dan saat ini sudah ada 20 ha tumpukan itu,” terang Ariza.

Ariza juga membantah bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memainkan isu agama dengan pendirian museum sejarah Nabi SAW di tempat reklamasi Ancol. Menurut Ariza, konsep umum reklamasi ini adalah menjadikan Ancol sebagai tempat wisata kelas dunia. “Itu kan bagian rekreasi dan Dufan ya untuk menjadi taman rekreasi terbesar se-Asia Tenggara dan bahkan Asia,” jawab Ariza saat ditanya soal isu agama tersebut.

Ariza meminta semua elemen untuk mendukung upaya Pemprov DKI. Dia tidak mempermasalahkan jika ada yang berbeda pendapat soal reklamasi Ancol. Namun diharapkan perbedaan tersebut didasari pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara. “Saya kira perlu didukung semua kebijakan yang mengedepankan kepentingan rakyat. Mari kita wujudkan Jakarta sehat politik,” pungkas Ariza.

Berita terkait: