Vaksin dan Vaksinasi COVID-19, Harapan dan Kesempatan untuk Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit

Vaksinasi diyakini menjadi salah satu langkah menghambat pandemi. Kehadirannya disambut positif masyarakat dan dunia usaha, tumbuhkan harapan untuk kembali produktif.

Pandemi COVID-19 adalah hal nyata dan akan masih ada entah sampai berapa lama. Pemerintah berupaya menghadirkan vaksin COVID-19 yang aman dan ampuh sebagai salah satu langkah penanganan pandemi. Masyarakat pun merespon positif terkait langkah ini.

Hasil survei nasional tentang penerimaan vaksin COVID-19 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dengan dukungan UNICEF dan WHO, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia siap menerima vaksin COVID-19. Dari total 115.000 responden yang berasal dari 34 provinsi yang mencakup 508 kabupaten/kota, tiga perempat responden menyatakan telah mendengar tentang vaksin COVID-19 dan dua pertiga menyatakan bersedia menerima vaksin COVID-19. Menurut Ketua ITAGI Prof. DR. Sri Rezeki S Hadinegoro, dr., SpA (K), hasil ini dilatarbelakangi oleh keinginan besar untuk segera mengakhiri pandemi COVID-19.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany, mengatakan bahwa secara biaya, akan sangat lebih murah untuk mencegah daripada mengobati penyakit. Vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati. “Vaksinasi menguntungkan kita semua karena kita menjadi tidak terkena virus dan tidak menularkan virus kepada orang lain. Hal ini adalah amal karena mencegah orang lain jadi tidak kena musibah dari virus,” jelasnya.

Pendapat ini juga didukung oleh Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Menurutnya, biaya vaksin paling cost effective . “Vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian, dan juga kecacatan. Kita lakukan demi Indonesia, semoga anak-anak kita bisa sehat dengan imunisasi yang sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Berbagai program pemerintah yang mendukung, mendorong, dan menolong masyarakat selama pandemi, termasuk rencana pengadaan vaksin dan vaksinasi, turut berperan dalam bangkitnya optimisme rakyat Indonesia. Tercatat dari hasil survei IPSOS September-Oktober 2020, 75% masyarakat Indonesia punya optimisme tinggi bahwa ekonomi bisa segera pulih dan pandemi COVID-19 bisa dilalui dengan baik. Melihat lebih dalam, optimisme ini didasari oleh bantuan untuk UMKM (53%); vaksin akan ditemukan dan distribusikan (46%), serta adanya bantuan sosial (37%).

Dunia penerbangan dan pariwisata pun melihat hadirnya vaksin COVID-19 akan memicu geliat kegiatan bisnis. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI), Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS(K) SpKP AAK mengatakan jika industri penerbangan mulai pulih, maka dampaknya pada ekonomi Indonesia akan luar biasa. “Selain pergerakan masyarakat untuk kegiatan bisnis dan pariwisata akan kian meningkat, juga kegiatan pergerakan barang dan logistik lainnya yang memerlukan waktu cepat akan meningkat pula. Maka pemulihan ekonomi yang diupayakan pemerintah akan bisa lebih cepat,” jelas dr. Wawan.

Begitu pula disampaikan Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dewantoro. Vaksin yang aman dan efektif dapat kembali menghidupkan ekosistem pariwisata seperti industri penerbangan, hotel, rumah makan, pemandu wisata dan agen perjalanan. “Saya dukung pemerintah untuk menghadirkan vaksin COVID-19 karena saya memperkirakan jika ada vaksin COVID-19 dapat memulihkan pariwisata NTB hingga 50% dan pasti secara bertahap membaik,” kata Dewantoro dengan optimis.

Kehadiran vaksin dan vaksinasi COVID-19 memang menjadi dasar dari optimisme masyarakat dan dunia usaha. Vaksin akan menghambat penularan COVID-19, meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk kembali bekerja dan meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya akan mendorong pemulihan ekonomi. Untuk menjaga optimisme tersebut, masyarakat dan pemerintah harus terus bergerak bersama, bergotong royong menjalankan perannya masing-masing. Salah satunya dengan tetap pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta siap divaksin saat vaksin siap, untuk kesehatan pulih, ekonomi bangkit.

[KPCPEN/KOMINFO]

TAG:  Vaksin COVID-19 Covid-19 ITAGI Vaksinasi COVID-19

Berita terkait: