Vaksin Covid-19 Bio Farma dalam Persiapan Uji Klinis Tahap Ketiga

– Pemerintah sedang mempersiapkan uji klinis vaksin corona atau Covid-19 tahap ketiga. Ditargetkan uji klinis ini bisa selesai pada Januari 2021.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan uji klinis tahap ketiga merupakan tahap yang paling penting. Bahkan dapat berarti Pemerintah Indonesia sudah berhasil menemukan dan memproduksi vaksin corona .

“Tadi kita telah temui Bapak Presiden. Jadi sekarang ini, kita akan melakukan uji klinis fase tiga, tahap ketiga. Jadi ini tahap yang paling penting dan sudah tahap lanjut. Artinya, sudah hampir kita sampai pada menemukan dan produksi vaksin tersebut,” kata Penny Lukito seusai menghadiri ratas dengan Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Karena, lanjutnya, tahapan praklinis vaksin corona sudah dilalui, begitu juga dengan uji klinis fase satu dan dua sudah terlewati. “Sekarang fase tiga. Tadi sudah disampaikan peneliti untuk uji klinis ini,” ujar Penny Lukito.

Setiap tahapan praklinis hingga uji klinis phase tiga, BPOM menjamin protokol dari uji klinis tersebut hingga menghasilkan sebuah vaksin yang valid.

“Kami akan dampingi proses uji klinis ini sehingga nanti ada percepatan dalam pemberian izinnya, izin edarnya,” terang Penny Lukito.

Begitu juga saat nanti Bio Farma akan memproduksi vaksin tersebut, BPOM juga akan mendampingi proses produksi vaksin tersebut.

“Juga secara paralel proses produksi yang akan dilakukan oleh Bio Farma sudah akan kami dampingi dikaitkan dengan fasilitasnya. Sehingga memang nanti pada saat uji klinis selesai, kami memberikan izin edar, segera bisa kita edarkan, sudah didistribusikan. Jadi kami sampaikan terima kasih untuk segala kerja sama yang sudah berjalan ini,” ungkap Penny Lukito.

Ditempat yang sama, Koordinator Uji Klinis Vaksin Virus Corona Prof Kusnandi Rusmil mengatakan pihaknya telah mendapat dukungan dari Presiden Jokowi dalam pelaksanaan uji klinis vaksin fase tiga ini. Bahkan Presiden siap membantu apapun kebutuhan untuk mensukseskan uji klinis tersebut.

“Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan sangat membantu apapun kebutuhannya,” kata Kusnandi Rusmil.

Mendapat dukungan penuh dari Presiden Jokowi, para peneliti merasa optimistis dapat menyelesaikan uji klinis pada Januari 2021.

“Sehingga kami sangat optimis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai bulan Januari. Dengan jumlah sampel yang ikut uji klinis ini ada 1.620. Setelah itu selanjutnya akan dilakukan tindakan-tindakan penyuntikan yang akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Kusnandi Rusmil.

Berita terkait: