Usut Dugaan Gratifikasi, KPK Geledah Rumah Dinas Wali Kota Batu

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menggeledah Rumah Dinas Wali Kota Batu , Dewanti Rumpoko, Kamis (14/1/2020).

Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan penerimaan gratifikasi di Pemkot Batu periode 2011-2017. Saat itu, Kota Batu dipimpin Wali Kota Eddy Rumpoko yang kini telah menjadi terpidana atas perkara suap. Dewanti sendiri merupakan istri dari Eddy Rumpoko.

Selain menggeledah rumah dinas Wali Kota, pada hari yang sama, tim penyidik juga menggeledah rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu.

BACA JUGA

KPK Geledah Pemkot Batu, Ini Pernyataan Wali Kota

“Hari ini Kamis (14/0/2021), Tim Penyidik KPK kembali melaksanakan kegiatan penggeledahan di dua lokasi di Kota Batu yaitu Rumah Dinas Walikota Batu dan salah satu rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (14/1/2021).

Ali belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai proses penggeledahan ini, termasuk mengenai barang-barang yang diamankan tim penyidik. Hal ini lantaran proses penggeledahan masih berlangsung hingga saat ini. “Perkembangan akan diinformasikan lebih lanjut,” kata Ali.

BACA JUGA

KPK Geledah Kantor Wali Kota Batu

Pengusutan kasus dugaan gratifikasi ini diduga merupakan pengembangan dari kasus suap yang telah membuat Eddy Rumpoko divonis 5,5 tahun penjara. Eddy divonis bersalah karena terbukti menerima suap senilai Rp 295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap, Direktur PT Dailbana Prima.

Suap tersebut diduga terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemkot Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp 5,26 miliar yang dimenangkan PT Dailbana Prima.

Berita terkait: