Usai IPO, Fimperkasa Utama Incar Pertumbuhan Pendapatan 15%

– Emiten jasa konstruksi PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) memasang target kinerja dengan meraih kenaikan pendapatan 15% per tahunnya hingga tahun 2025. Hal itu sejalan dengan struktur permodalan perseroan yang telah diperkuat usai melalui aksi penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO ). Adapun target pendapatan perseroan tahun ini sekitar Rp 28 miliar.

Direktur Utama Fimperkasa Utama Muhammad Mulky Thalib mengungkapan bahwa masuknya perseroan di pasar saham ini bisa menjadi pilihan strategis dalam perkembangan usaha perseroan. Di mana, dana segar yang perseroan peroleh dari hasil IPO tersebut sebagian besar digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan pembelian alat berat.

”Hal ini dilakukan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan FIMP dengan tujuan meraih perkiraan target pertumbuhan pendapatan perseroan konsisten minimum sebesar 15% per tahun,” katanya usai listing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/4/2021).

Keyakinan perseroan akan laju pendapatan tersebut, sambungnya ditopang oleh proyek yang telah diperoleh perseroan maupun proyek pipeline perseroan tahun 2021 yang telah mencapai total sekitar Rp 183,8 miliar. Di antaranya proyek pembangunan PLTM Besai Kemu 2 x 3,5 MW, proyek pekerjaan pematangan lahan ( cut and fill ), pembangunan unit rumah tinggal di Ciangsana Bogor dan Condet, Jakarta Timur.

Perseroan yang didirikan pada 1993 ini berfokus pada jasa antara lain proses desain, persiapan lahan, dan proses konstruksi. Berkontribusi pada proses industrialisasi di Indonesia, perseroan sebelumnya telah menyelesaikan Pabrik Produksi Mobil Timor di Cikampek, Jawa Barat dimana berperan sebagai kontraktor utama. Fimperkasa Utama juga mengembangkan beberapa townhouse dan real estate skala kecil dan menengah di area yang prestisius seperti Kemang, Bangka, Pejaten, dan di area Jawa Barat.

Dalam aksi IPO ini, Fimperkasa Utama menawarkan sejumlah 160.000.000 saham baru yang setara dengan 40% dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran saham ditetapkan Rp 125 per saham, sehingga perseroan meraup dana segar sebanyak Rp 20 miliar. Bersamaan dengan penerbitan saham, perseroan juga menerbitkan waran seri I sebanyak 40.000.000 lembar.

Tak lama setelah listing , saham FIMP melonjak 9,6% atau 12 poin menjadi Rp 137. Kapitalisasi pasar FIMP mencapai Rp 54,8 miliar dengan valuasi price to earning ratio (PER) 84,83 kali. FIMP tercatat di papan akselerasi, sehingga naik-turun saham maksimal 10%.

Emiten yang menggunakan kode saham FIMP ini menjadi emiten ke-13 yang tercatat pada tahun 2021 ini. Kemudian bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Wanteg Sekuritas.

Sebelumnya, dalam penawaran umum saham perdana 1-6 April 2021, Fimperkasa Utama mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 21 kali. Pencapaian yang di tengah pandemi ini, diklaimnya di luar ekspektasi manajemen.

Berita terkait: