[UPDATE] Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301

Jakarta, – Penambahan kasus harian COVID-19 kembali melampaui angka 4.000. Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan, per Sabtu (17/10/2020) pukul 12.00 WIB, sebanyak 4.301 orang terinfeksi virus corona. Total orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia kini mencapai 357.762.

Hari ini, DKI Jakarta menyumbang sebanyak 974 kasus. Jawa Barat naik ke posisi kedua dengan kasus 500, diikuti Sumatra Barat dengan 450 kasus, lalu Jawa Tengah 416 kasus, Riau 256 kasus, dan Jawa Timur 238 kasus.

1. 4.048 orang sembuh dari COVID-19

Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301″] Ilustrasi Ruang Isolasi (/Sunariyah)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh bertambah 4.048 orang hari ini. Maka, secara total kesembuhan COVID-19 capai 281.592 total kasus.

Provinsi dengan kasus sembuh baru terbanyak yaitu, DKI Jakarta 1.106 kasus. Selanjutnya Jawa Barat 440 kasus, Jawa Timur 323 kasus, Jawa Tengah 320 kasus, dan Kalimantan Timur 272 kasus.

2. Satgas laporkan 84 orang meninggal akibat COVID-19 hari ini

Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301″] TPU Pondok Ranggon (/Aldila Muharma dan Fiqih Damar)

Satgas COVID-19 juga melaporkan, pada hari ini, 84 orang tercatat meninggal dunia akibat COVID-19, sehingga totalnya menjadi 12.431 kasus.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus kematian COVID-19 terbanyak hari ini yaitu, 21 kasus. Selanjutnya adalah Jawa Timur dengan 13 kasus, Jawa Tengah 10 kasus, Riau 8 kasus, dan Sumatra Utara 5 kasus.

Baca Juga: Di Tengah COVID-19, Penumpang di Bandara Soetta Naik 3,16 Juta Orang

3. COVID-19 bertahan di permukaan kulit selama 9 jam

Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301″] Ilustrasi nakes melakukan rapid test (/Herka Yanis)

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengungkapkan sebuah penelitian terbaru yang menunjukkan, virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 bisa bertahan di permukaan kulit manusia sampai 9 jam.

“Penelitian ini dilakukan pada mayat yang terinfeksi COVID-19 yang sudah memenuhi syarat. Ternyata virus ini tetap dapat hidup pada sampel kulit manusia cukup lama sekitar 9 jam,” ujar dokter kandidat PhD ini saat dihubungi , Jumat (9/10/2020).

Dia mengatakan, adanya fakta baru penelitian tersebut bukan berarti virus SARS-CoV-2 berbahaya dan terus bermutasi, namun membuktikan pentingnya penelitian.

“Jadi riset penting banget, karena kita akan sangat memerlukan data-data seperti ini, dan riset ini benar-benar virus SARS-CoV-2,” imbuhnya.

4. Kasus COVID-19 di dunia capai 39,5 juta orang

Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Amnesty: Lebih dari 150 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja Ditangkap
  • Keutamaan Mandi Jumat, dapat Ampunan dan Pahala Seperti Berkurban
  • KontraS Data Orang Hilang dan Ditahan Saat Demo

Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301″] Ilustrasi petugas medis di Wuhan, Tiongkok (ANTARA FOTO/China Daily via REUTERS)

Kasus COVID-19 di dunia masih terus bertambah. Situs World O Meter mencatat, hingga Sabtu (17/10/2020) pukul 06.24 WIB, ada 39,5 juta orang di dunia terpapar COVID-19.

Angka ini naik sekitar 395 ribu kasus dibanding Jumat, 16 Oktober 2020, di mana pada waktu tersebut tercatat sebanyak 39,1 juta kasus COVID-19.

World O Meter mencatat, dari 39,5 juta kasus tersebut, angka kematian akibat virus corona kini sebanyak 1.108.153 jiwa. Sedangkan yang sembuh mencapai 29.625.328 jiwa.

Kasus aktif virus corona sekarang ini tercatat sebanyak 8.809.022 yang dibagi menjadi 8.737.703 jiwa pasien dengan gejala dan 71.319 pasien dalam kondisi kritis.

5. Kenali gejala dan tanda terinfeksi COVID-19

Kasus COVID-19 Masih Terus Naik, Hari ini Bertambah 4.301″] Petugas KKP Batam saat memvalidasi hasil swab dari seorang PMI di Pelabuhan Batam Centre (Margaretha, IDNTimes)

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh virus corona. 

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline Kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: Satgas COVID-19: Masih Banyak yang Tidak Percaya COVID-19

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan

Berita terkait: