UI Terima Dana Prioritas Riset Nasional Rp 9,8 M dari Kemristek dan LPDP

Universitas Indonesia (UI) menerima dana Prioritas Riset Nasional (PRN) senilai Rp 9,8 miliar dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dana tersebut untuk pembiayaan 11 proposal penelitian dalam periode maksimum 5 tahun.

Rektor UI Ari Kuncoro mengapresiasi dukungan pemerintah atas riset yang dilakukan di perguruan tinggi. “Diharapkan dukungan ini mampu meningkatkan produktivitas riset dalam negeri dan mengoptimalisasi inovasi dan karya maupun produk anak bangsa,” ujar Ari dalam keterangan tertulisnya Sabtu (18/7/2020).

Baca juga:  Mahasiswa FTUI Juara Ajang Kapal Hemat Energi Tingkat Dunia

Proposal yang diajukan UI antara lain “Efektivitas Implantasi Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat, Asam Hyaluronat dan atau Somatotrophin pada Osteoarthritis Lutut Grade 1 dan 2” yang diketuai Andri dari Fakultas Kedokteran (FKUI). Selain itu, “Pengembangan Model Kekeringan untuk Pengelolaan Lahan Pangan berbasis Nexus-Spasial” yang diketuai Muhammad Dimyati dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI). 

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Abdul Haris menuturkan, dana riset ini merupakan kesempatan bagi peneliti UI untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia di masa depan. “Para penerima PRN 2020 diharapkan dapat menghasilkan inovasi tepat guna, bernilai dan berdaya-saing tinggi, serta mengedepankan kemutakhiran atau ultramodern,” kata dia.

UI bersama dengan 16 perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya di Indonesia menerima pendanaan senilai total Rp 50 miliar. Hal tersebut didasarkan atas Keputusan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan nomor Kep-36/LPDP/2020.

Sebanyak Rp 243 miliar telah dipersiapkan untuk mendanai 305 judul penelitian selama tahun 2020-2024. Sebelumnya, Kemristek/BRIN membuka kesempatan pengiriman proposal untuk Program pendanaan Prioritas Riset Nasional 2020. Program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung produksi produk nasional yang berkualitas.

Dalam PRN 2020 terdapat sejumlah fokus, antara lain pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman sosial-humaniora, seni dan budaya, serta pendidikan.

Menteri Ristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengimbau agar lembaga penerima PRN segera memanfaatkan pendanaannya dan tetap mengedepankan sinergi dalam menghasilkan produk inovasi berkualitas tinggi.

Direktur Utama LPDP Rionald Silaban juga menyampaikan bahwa pendanaan PRN 2020 ini diharapkan mampu menghasilkan produk inovasi yang membangkitkan daya saing industri nasional di era global menuju Indonesia maju.

Berita terkait: