Uganda Kekurangan Darah di Tengah Pandemi Covid-19

Otoritas kesehatan di Uganda menyatakan pasokan darah telah menurun tajam sejak dimulainya pandemi Covid-19. Pasokan darah berkurang karena lebih sedikit orang yang menyumbang dan sekolah tetap tutup

Seperti dilaporkan AP, Senin (5/10), siswa sekolah terutama yang berada di sekolah menengah, adalah kelompok donor darah terbesar di negara Afrika Timur itu. Tetapi sekolah telah ditutup sejak Maret di tengah upaya untuk meredam penyebaran virus.

Dr Emmanuel Batiibwe, direktur rumah sakit yang merawat banyak penduduk termiskin di ibu kota Uganda, Kampala, mengutip banyak kematian di sana dalam beberapa bulan terakhir terkait dengan kekurangan darah.

“Salah satu korban kekurangan darah adalah perempuan dengan komplikasi kehamilan. Anak-anak di bawah lima tahun dan pasien yang akan menjalani operasi juga termasuk di antara mereka yang membutuhkan transfusi darah,” katanya.

Pada Juli, Rumah Sakit Persahabatan Tiongkok-Uganda Batiibwe hanya menerima 18 dari 218 unit darah yang diminta. Bulan berikutnya 68 dari 217 unit permintaan yang masuk.

“Ada masalah di suatu tempat,” katanya, menyebut kekurangan itu sebagai “bencana”.

Kepala Layanan Transfusi Darah Uganda, Dr Dorothy Byabazaire, mengatakan kepada anggota parlemen awal tahun 2020 bahwa agensinya mengumpulkan 56.850 unit dari 75.000 yang ditargetkan antara April dan Juli.

Berita terkait: