Tunjuk Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri,Jokowi 2 Kali Terabas Jenderal Senior di Polri

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) telah mengirim surat ke DPR terkait calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun 25 Januari 2021. Dalam surat tersebut, Jokowi menunjuk Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri.

Jokowi mengutus Mensesneg Pratikno untuk mengantar langsung surat ke parlemen, pada Rabu (13/1). Pratikno diketahui datang ke parlemen sekitar pukul 10.00 WIB. Ia pun disambut Sekjen DPR dan langsung menemui pimpinan DPR di Gedung Nusantara III.

Sebelum era Presiden Jokowi, calon Kapolri baru biasanya dipilih berdasarkan ‘urut kacang’ alias urutan angkatan. Namun di era Jokowi menjadi presiden, hal itu nampaknya tak berlaku. Meski demikian, menunjuk calon Kapolri merupakan hak prerogatif presiden yang tak bisa diganggu gugat.

Berikut ulasan lengkapnya.

Jadi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian Lompati 4 Angkatan

Pada 2016 lalu, Presiden Jokowi menunjuk Komjen Tito Karnavian menjadi calon tunggal Kapolri. Hal ini cukup mengejutkan. Sebab pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987.

Sebelum Tito Karnavian, Kapolri dijabat oleh Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti yang merupakan lulusan Akpol tahun 1982. Artinya, Tito melompati empat angkatan di atasnya saat dipilih Jokowi menjadi Kapolri.

Pria bernama lengkap Muhammad Tito Karnavian itu menjadi Kapolri ke-23. Tito menjabat sebagai Kapolri sejak 13 Juli 2016 sampai 22 Oktober 2019.

Jenderal Tito Karnavian Junior dari 6 Komjen

Tito Karnavian merupakan junior dari enam Komjen, di antaranya: Komjen Dwi Priyatno (Akpol 1982), Komjen Budi Gunawan (Akpol 1983), Komjen Budi Waseso (Akpol 1983), Komjen Putut Eko Bayuseno (Akpol 1984), Komjen Syarifuddin (Akpol 1985), dan Komjen Suhardi Alius (Akpol 1985).

Biasanya, pengganti Kapolri ialah angkatan setelahnya alias urut angkatan. Akan tetapi, Presiden Jokowi menunjuk Tito Karnavian yang merupakan lulusan Akpol 1987 sebagai Kapolri pada masa itu. Sehingga, Tito melompati empat angkatan dari Jenderal (Purn) Badrodin Haiti yang merupakan Akpol 1982.

Listyo Sigit Prabowo Lompati 4 Jenderal Senior 3 Angkatan

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Listyo Sigit diketahui ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengganti Kapolri Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.

Listyo Sigit merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Sedangkan Jenderal Idham Azis merupakan lulusan Akpol tahun 1988. Berdasarkan rekomendasi yang masuk ke Presiden Jokowi, ada 5 Komjen yang layak menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis. Salah satunya adalah nama Listyo Sigit.

Sementara empat lainnya adalah senior Sigit yakni lulusan Akpol 1987 hingga 1989. Artinya Sigit melompati empat jenderal senior dari tiga angkatan di atasnya jika menjadi Kapolri.

Deretan Komjen yang Dilompati Listyo Sigit

Selain Komjen Pol Listyo Sigit, ada 4 komjen lain yang masuk dalam daftar rekomendasi yang layak menjadi menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis.

Komjen Pol Gatot Edy Pramono

Komjen Pol Gatot Edy Pramono merupakan perwira tinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang reserse. Saat ini, Gatot Edy menjabat sebagai Wakapolri yang menggantikan Komisaris Jenderal (Purn) Ari Dono Sukmanto yang pensiun pada 1 Januari 2020.

Pria yang lahir di Solok, Sumatera Barat pada 28 Juni 1965 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

Komjen Pol Boy Rafli Amar

Komjen Pol Boy Rafli Amar merupakan perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia menggantikan Komjen Suhardi Alius yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bareskrim Polri.

Pria kelahiran Jakarta , 25 Maret 1965 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

Komjen Pol Arief Sulistyanto

Komjen Pol Arief Sulistyanto merupakan perwira tinggi Polri yang sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Ia juga merupakan salah satu jenderal yang berpengalaman di bidan reserse.

Pria kelahiran Nganjuk 24 Maret 1965 ini adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987.

Komjen Pol Agus Andrianto

Komjen Agus Andrianto merupakan perwira tinggi Polri yang sejak 6 Desember 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri. Ia menggantikan Firli Bahuri yang terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Agus Andrianto lahir di Blora, 16 Februari 1967. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989.

Jejak Karier Komjen Listyo Sigit Prabowo

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Saat ini, Listyo Sigit mengemban amanah sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) sejak tanggal 6 Desember 2019.

Sebelum menjadi Kabareskrim, ia tercatat pernah menduduki beberapa jabatan penting di Polri. Listyo pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Personel Polda Metro Jaya.

Listyo kemudian banyak menduduki jabatan kepolisian di daerah Jawa Tengah. Ia pernah menjadi Kapolres Pati tahun 2009.

Setelah itu, ia menduduki posisi Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo tahun 2010. Kemudian Wakapoltabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolresta Surakarta tahun 2011.

Listyo Sigit kemudian dipindahtugaskean ke Jakarta untuk mengisi jabatan sebagai Asubdit II Dit Tipdum Bareskrim Polri pada tahun 2012. Setelah itu bertugas di Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara sejak bulan Mei 2013.

Kemudian menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2014. Usai menjadi ajudan Presiden Jokowi, karier Listyo pun melesat.

Pria kelahiran Ambon, 5 Mei 1969 ini dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Banten tahun 2016. Listyo juga menjadi salah satu anggota kepolisian yang mendapat promosi jabatan di lingkungan Polri untuk menjadi Kadiv Propam pada tahun 2018. Dan saat ini menjabat Kabareskrim.

Sejumlah kasus menonjol berhasil dibongkar oleh Listyo selama dirinya menjabat sebagai Kabareskrim. Mulai dari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga menangkap buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra di Malaysia.

Berita terkait: