Tren Layanan Digital Bikin Pamor Bank Neo Commerce Melejit

Bank digital mendapat perhatian luas di berbagai media dan ruang diskusi masyarakat sejak awal tahun ini. Seiring itu, berbagai saham bank yang bertransformasi menjadi bank digital ikut merangsek naik. Salah satunya PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB).

Nilai saham BBYB mengalami kenaikan cukup signifikan dalam tiga minggu terakhir. Pada awal Februari, harga sahamnya masih di posisi Rp 340 per lembar, kini naik menjadi Rp 810 pada penutupan bursa atau meningkat 238 persen, kemarin (24/2).

Bank Neo Commerce (BNC) yang sebelumnya dikenal dengan Bank Yudha Bhakti, mengumumkan pelaksanaan right issue untuk mendapatkan suntikan modal guna memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Pemenuhan Modal Inti minimum Bank melalui skema Penawaran Umum (PUT) terbatas dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Para pemegang saham utama, salah satunya PT Akulaku Silver Indonesia, berkomitmen untuk turut serta dalam PUT ini. Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 249,82 miliar.

Tjandra Gunawan, Direktur Utama PT Bank Neo Commerce, mengatakan transformasi digital yang dilakukan oleh BNC disambut baik oleh para stakeholder perseroan, termasuk para investor.

“Kenaikan harga saham BBYB yang cukup signifikan beberapa waktu ini mendapat perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Kami sangat senang karena hal ini menunjukkan bahwa antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap bank digital semakin tinggi. Hal ini memperkuat optimisme kami sebagai bank digital dengan visi kami, Banking Above and Beyond,” kata Tjandra, Kamis (25/2).

Antusiasme masyarakat terhadap layanan bank digital sejalan dengan hasil survei Inventure Indonesia dan Alvara Research Center. Hasilnya menyebutkan penetrasi digital semakin masif di sektor perbankan. Layanan berbasis digital seperti internet dan mobile banking semakin sering digunakan oleh para nasabah.

Masyarakat menilai berbagai layanan digital memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan. Tak ayal, banyak transformasi digital yang makin masif dilakukan oleh perbankan termasuk BNC.

Bank Neo Commerce selalu berupaya untuk melakukan inovasi guna meyakinkan masyarakat agar menggunakan bank digital dalam pengelolaan keuangan mereka. Salah satu upaya untuk memperkenalkan identitas baru sebagai neo bank dan memberikan neo customer experience sebagai bagian dari transformasi digitalnya kepada masyarakat.

Kinerja keuangan BNC masih tetap terjaga pada 2020 dengan meraih untung. Laba bersihnya mencapai Rp 19,9 miliar per kuartal IV 2020 (unaudited), naik dari periode sama tahun sebelumnya yang Rp 16 miliar. Aset BNC tercatat Rp 5,4 triliun pada periode tersebut. Kredit yang disalurkan mencapai Rp 3,6 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Rp3,9 triliun.

“Bank Neo Commerce berkomitmen untuk memberikan neo banking experience kepada masyarakat diiringi dengan konsistensi dalam menjalani aktivitas perbankan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Ini sejalan dengan salah satu nilai inti yang dimiliki korporasi, yaitu trust and integrity. Kami berterima kasih pada masyarakat yang menunjukkan kepercayaannya kepada BNC yang tercermin dengan meningkatnya nilai saham BBYB dalam beberapa minggu terakhir,” pungkas Tjandra.

Berita terkait: