Tren Bersepeda Membius Kaum Urban

Jakarta, – Semasa era kenormalan baru atau adaptasi baru, olahraga di ruang terbuka semakin diminati. Satu di antaranya adalah menggowes sepeda. Tidak melihat perbedaan usia atau kasta, bersepeda kini sudah menjadi tren, khususnya untuk kaum urban di perkotaan.

Mulai dari kalangan pejabat, sebut saja Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, yang konsisten bersepeda sambil sosialisasi pencegahan virus Covid-19 ke warganya. Bahkan beberapa aktivitas bersepedanya itu sering diunggah di akun Instagram pribadinya. Video Ganjar menegur warganya karena tidak patuh PSBB ketika sedang bersepeda pun sempat viral di media sosial.

Selain para pejabat, sejumlah artis kenamaan di Tanah Air tidak mau tertinggal tren. Sejumlah artis membagikan foto-foto mereka yang sedang bersepedah. Salah satunya dilakukan artis Luna Maya.

Luna memilih road bike untuk menyalurkan hobi barunya itu. Bintang film Suzanna Bernapas dalam Kubur itu mengaku doyan sepeda berkat sahabatnya, Sigi Wimala. Tak tanggung-tanggung, sepeda balap Cervelo milik Luna dibanderol seharga Rp 60 juta-an.

“Suka sekali dengan kegiatan outdoor dan being active membuat pikiran dan badan lebih jernih dan positif,” ujar Luna melalui akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

Menurut penggiat sekaligus anggota komunitas sepeda Mountain Terrain Bike (MTB) Indonesia, Widi Nugroho, mengatakan bahwa meningkatnya tren sepeda saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama , senada dengan yang diungkapkan Luna Maya, bahwa bersepeda memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, dan meningkatkan imunitas. Selain itu, bersepeda juga dianggap menjadi salah satu olahraga yang minim risiko terhadap penularan Covid-19. Asalkan, pesepeda selalu memperhatikan protokol kesehatan yang diimbau pemerintah.

“Bersepeda itu bagian dari olahraga individu, dan aman dilakukan asal tidak bergerombol dan menggunakan masker. Namun sayang, tidak sedikit para pesepeda saat ini yang kebanyakan nongkrong daripada mobile. Saya miris waktu melihat sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin banyak yang bergerombol,” terangnya kepada Suara Pembaruan melalui sambungan telepon, Selasa (21/7/2020).

Faktor kedua , tren ini juga disemarakkan oleh orang-orang yang ingin bergaya. Mereka biasanya terdorong karena melihat orang-orang di sekitar atau para figur publik yang mulai ikut tren tersebut.

“Tren ini sebenarnya baik. Pasalnya sejak 2006, komunitas kita saat itu gila-gilaan berkampanye keliling kota agar masyarakat bisa menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. Sekarang, dengan adanya tren ini diharapkan pengguna sepeda semakin meningkat,” tuturnya.

Berita terkait: