Tokoh Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid wafat

Surabaya – Tokoh sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid wafat di usia 56 tahun karena sakit setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Siti Khodijah Kabupaten Sidoarjo, Jumat.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Benar, ayahanda Nadjib Hamid meninggal dunia pukul 08.20 WIB,” ujar Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surabaya, Achmad Rosyidi, ketika dikonfirmasi.

Direncanakan, jenazah Nadjib Hamid dimakamkan di daerah asalnya di Paciran, Lamongan dan terlebih dahulu dishalatkan di Masjid Al Badar depan Kantor PW Muhammadiyah Jatim di Jalan Kertomenanggal Surabaya.

Achmad Rosyidi mewakili keluarga besar warga Muhammadiyah juga merasa kehilangan figur panutan yang benar-benar memiliki kekuatan integritas serta sosok mengayomi.

Baca juga: PWM Jatim : Penolakan vaksin harus ada alasan kesehatan yang jelas

Baca juga: Aisyiyah Jatim kampanyekan “Tetap Bermasker”

“Kami sering dituntun, kami juga selalu diingatkan. Kami benar-benar kehilangan dan semoga Allah SWT menempatkan beliau di surga-NYA,” ucap Cak Ros, sapaan akrab dia.

Sosok Nadjib Hamid dikenal sangat familiar di kalangan tokoh, aktivis, jurnalis maupun di pemerintahan dan dikenal selalu maksimal saat dipercaya duduk di suatu organisasi.

Bapak tiga anak tersebut juga pernah menjabat komisioner KPU Provinsi Jatim periode 2008 – 2014, komisioner Panitia Pengawas Pemilu (sekarang Bawaslu) pada 2003 – 2004.

Selain itu, pria kelahiran Lamongan tersebut pernah lima tahun menjabat wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Timur, Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Anggota Badan Amil Zakat Nasional, serta organisasi-organisasi lainnya.

Sementara itu, rekan almarhum, Edy Yakub merasa kehilangan sosok yang baik, sederhana dan dikenal sangat militan di organisasi, khususnya ke Muhammadiyah.

“Banyak kenangan sama beliau semasa hidupnya. Tidak banyak orang seperti Pak Nadjib yang integritasnya tak diragukan,” tutur dia.*

Baca juga: NU dan Muhammadiyah Jatim apresiasi BIN dan peneliti Unair

Baca juga: Lazismu PWM Jatim sumbang PMI Malaysia Rp150 juta

Berita terkait: