Tips Investasi: Jangan Pernah Percaya Siapa pun yang Tidak Anda Pahami Ucapannya

Mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan, membagikan tips melakukan investasi terutama di pasar modal. Salah satunya adalah jangan percaya pada siapa pun.

“Izinkan saya mengatakan ini. Jangan pernah percaya siapa pun yang tidak Anda pahami ucapannya,” ujar Nicky melalui bukunya Yuk Nabung Saham: Selamat Datang Investor Indonesia, Selasa (23/2).

Nicky mengilustrasikan, ada sebuah perusahaan besar berniat menemui pemilik dana ke rumah. Niatannya, para direktur itu akan datang dan berniat menawarkan kepemilikan perusahaannya untuk Anda beli, berapapun besaran porsi yang Anda inginkan.

“Ya, Anda ditawarkan menjadi salah satu pemiliknya! Perusahaan besar yang sangat Anda kenal dan Anda tahu selalu mencetak keuntungan dari tahun ke tahun. Anda tertarik?” ujarnya.

Nicky melanjutkan, semua pasti setuju bahwa tawaran itu sangat menarik. Siang ini mungkin pemilik dana segera mampir ke bank, cek saldo rekening tabungan, dan menarik dana sebesar modal yang akan ditanamkan di perusahaan tersebut.

“Kita sudah membayangkan setiap tahun dengan ongkang-ongkang kaki saja, uang kita akan beranak di perusahaan itu dan akan terus memberikan keuntungan selama kita menjadi salah satu pemilik perusahaan tadi. Ada direktur-direktur top dan berpengalaman yang akan menjalankan perusahaan kita. Nyaman sekali,” paparnya.

Ketidakpahaman Munculkan Keraguan

keraguan

Namun, beberapa menit kemudian dikabari, karena alasan tertentu, para manajemen tinggi itu memohon maaf karena berhalangan untuk hadir ke rumah. Tetapi tawaran tadi masih tetap berlaku. Pemilik dana diharapkan besok bisa langsung menjadi pemilik perusahaan yang sama dengan membeli sahamnya di pasar saham, di bursa efek.

“Sampai di sini kita berhenti sebentar. Anda masih tetap tertarik? Atau tiba-tiba Anda menjadi ragu? Atau Anda bahkan mengurungkan niat menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut? Karena para direktur itu batal datang? Atau karena Anda mendengar kata-kata ‘pasar saham dan bursa efek’ Saya takut kalau yang terakhir ini merusak mimpi indah masa depan Anda,” paparnya.

Nicky menambahkan, sama sekali tidak ada yang berubah dari tawaran-tawaran tadi. Kedua-duanya sama. Menawarkan pemilik dana untuk menjadi pemegang saham yang sama dan dari perusahaan yang sama.

“Lalu kenapa mesti ragu? Kenapa mesti berpikir berkali-kali untuk menjadi seorang investor saham? Saya selalu geregetan dengan begitu banyak pernyataan-pernyataan yang tidak tepat dan salah alamat mengenai investasi saham,” jelasnya.

“Akibatnya begitu mendengar saham, telinga kita langsung tertutup rapat. Bayangannya langsung ke spekulasi, risiko uang habis, judi, haram, dan hal-hal menakutkan lainnya. Itu karena kita terlalu sering mendengar pernyataan-pernyataan yang salah dan tidak benar dari orang-orang yang salah dan tidak benar pula. Kita tidak paham, tetapi celakanya kita percaya,” tandasnya.

Baca juga:
Hindari 5 Kesalahan Ini Agar Keuangan Masa Depan Terjamin
Awal Tahun, Bappebti Sudah Blokir 68 Situs Pialang Berjangka Ilegal
Pahami Dua Hal Ini Agar Investasi Cuan
OJK ke Investor Ritel: Jangan Investasi dari Dana Pinjaman dan Cuma Ikut Tren
Tips Investasi Bos BRI: Properti Jarang Ada yang Turun Harga, Selalu Naik

Berita terkait: