Tiongkok Perluas Penggunaan Vaksin Covid-19 Eksperimental

Tiongkok dengan cepat meningkatkan warganya menerima vaksin corona eksperimental. Banyak masyarakat umum di sejumlah kota negara itu telah menerima vaksin. Terbaru, perusahaan bioteknologi menyediakan vaksin gratis untuk siswa yang pergi ke luar negeri.

Kota Jiaxing, di sebelah selatan Shanghai, Tiongkok menawarkan vaksin yang sedang dikembangkan Sinovac. Demikian, dalam sebuah pengumuman Kamis (16/10/2020).

Dikutip CNBC Minggu (18/10/2020), kelompok berisiko tinggi, termasuk orang yang bertanggung jawab atas operasi kota akan mendapat prioritas. Namun penduduk dengan alasan kebutuhan darurat juga dapat mendaftar.

Vaksin Covid-19 ini sedang dalam tahap akhir pengujian klinis, tetapi belum disetujui. Pemerintah kota mengatakan vaksin diberikan di bawah otorisasi darurat.

China National Biotech Group, perusahaan vaksin Tiongkok lainnya, menawarkan vaksin secara gratis kepada siswa yang belajar di luar negeri dalam rangka meningkatkan keselamatan.

BACA JUGA

Sinopharm Tawarkan Vaksin Covid-19 Gratis untuk Pelajar

Lebih 168.000 orang mendaftar untuk menerima vaksin melalui survei online dan lebih 91.000 sedang dipertimbangkan, kata CNBG di situsnya.

Perusahaan obat Tiongkok memiliki lima vaksin dalam tahap akhir pengujian. Namun semuanya belum ada yang disetujui untuk digunakan ke publik. Kelima perusahaan ini bagian dari perlombaan global mengembangkan vaksin. Jika berhasil, akan memberikan prestise dan penjualan di seluruh dunia kepada industri farmasi Tiongkok yang relatif tergolong baru.

Pejabat tinggi kesehatan Tiongkok telah menjanjikan vaksin untuk masyarakat umum sebelum akhir tahun ini.

Vaksin CNBG telah diberikan kepada pekerja medis dan karyawan perusahaan Tiongkok yang dikirim ke luar negeri di bawah otorisasi darurat untuk orang-orang dalam kategori berisiko tinggi. “Vaksin tersebut telah diberikan kepada 350.000 orang di luar uji klinis,” kata seorang eksekutif perusahaan pada bulan September. Uji coba tersebut melibatkan sekitar 40.000 orang.

“Saat ini, pelajar Tiongkok yang pergi ke luar negeri memiliki keinginan untuk diberi vaksin,” kata seorang karyawan CNBG seperti dikutip surat kabar milik negara, The Paper, berdasarkan hasil survei pada bulan September.

Mahasiswa di Tiongkok yang akan memulai kuliah di luar negeri mengatakan ingin diimunisasi karena khawatir terinfeksi virus. “Sangat berbahaya di kota tempat kami belajar, itu adalah zona bahaya merah,” kata seorang siswa yang bersekolah di Polandia dan hanya memberikan nama belakangnya, Ouyang.

Dia mendaftar untuk mendapatkan vaksin CNBG pada bulan September tetapi belum mendapatkan kabar. “Kami semua sangat menginginkan vaksin ini,” kata dia.

Seorang siswa yang akan pergi ke Inggris mengatakan dirinya mendaftar melalui tautan online setelah teman sekelasnya telah menerima vaksin.

Jika vaksin berhasil, akan membantu melindungi siswa yang pergi ke Eropa atau Amerika Serikat, di mana pandemi masih meningkat.

Lebih 600.000 siswa Tiongkok belajar di luar negeri sebelum pandemi, menurut angka Kementerian Pendidikan.

Berita terkait: