Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan Harus Ditingkatkan

Di usianya yang ke-60, Kejaksaan Agung (Kejagung) diharapkan dapat terus melakukan pembenahan internal sebagai salah satu bentuk penguatan aparatur penegak hukum di Indonesia. Kejaksaan perlu untuk terus meningkatkan kepercayaan publik, termasuk meningkatkan profesionalisme.

“Kita berharap agar Kejaksaan semakin meningkatkan public trust , penanganan tugas kewenangan yang semakin baik, profesional, transparan dan terukur capaiannya,” kata Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Barita Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Diingatkan Barita, di usianya yang ke-60, Kejaksaan juga harus terus mengimplementasikan prinsip hati nurani dan integritas tinggi dalam setiap penanganan tugas. Khususnya penanganan kasus-kasus yang melibatkan masyarakat kecil.

“Pendekatan restorative justice yang komprehensif yang berprespektif pemulihan, pengutamaan keseimbangan masyarakat dan perlindungan korban,” ujarnya.

Kejaksaan, sebagai salah satu aparat penegak hukum di Indonesia tidak pernah luput dari sorotan masyarakat. Yang terbaru yaitu terkait munculnya kasus Djoko Tjandra hingga penanganan kasus Asuransi Jiwasraya.

Dalam kesempatan itu, Komjak juga mengingatkan agar penanganan perkara di kejaksaan tidak hanya disandarkan pada target atau capaian kuantitasnya. Namun juga harus menitikberatkan kualitasnya.

“Sistem pencegahannya dan penindakan yang efektif untuk penggantian kerugian negara (dalam pidsus). Juga pembenahan sistem manajemen buronan,” kata Barita.

Jaksa Agung ST Burhanuddin saat memimpin peringatan upacara hari adhyaksa ke-60, membeberkan sejumlah capaian yang dilakukan. Capaian kinerja bidang tindak pidana khusus, misalnya. Pada periode Juli 2019 hingga Juni 2020 kejaksaan telah menerima laporan pengaduan masyarakat sebanyak 3.070 aduan, penyelidikan sebanyak 1.371 perkara, penyidikan sebanyak 1.047 perkara, Pra Penuntutan sebanyak 1.755 perkara, Eksekusi sebanyak 1.305 perkara, Eksaminasi sebanyak 203 berkas perkara.

Burhanuddin juga menyinggung terkait kinerja tim penyidik pada Jampidsus yang mengungkap dan mengupayakan penyelamatan kerugian keuangan negara dalam Perkara PT Asuransi Jiwasraya dengan total nilai sebesar Rp18 triliun.

Selain itu Kejagung juga sudah menangkap buronan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara melalui PT PLN Batubara senilai Rp477 miliar, Kokos Jiang alias Kokos Leo Lim.

Kejagung juga sudah melakukan eksekusi barang bukti uang senilai Rp97 miliar dalam kasus korupsi kondensat di BP Migas, yakni aset milik eks Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Honggo Wendratno.

Capaian kinerja Jampidsus lainnya, kejaksaan telah menerima pengembalian kerugian keuangan negara dari manajer investasi PT Sinarmas Asset Management sebanyak Rp76 miliar terkait kasus Jiwasraya. Selain itu, jaksa juga sudah mengembangkan kasus korupsi pengelolaan PT Jiwasraya dengan menetapkan 13 perusahaan manajer investasi sebagai tersangka korporasi. 

Berita terkait: