Tim SAR gabungan temukan velg roda dan serpihan besar pesawat SJ 182

Jakarta – Tim SAR Gabungan kembali menemukan serpihan pesawat dan velg roda pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu pada Rabu (13/1).

“Terima kasih kepada Komandan KRI Parang yang telah menyerahkan kepada kami serpihan pesawat, tidak ada bagian tubuh atau body part korban,” ujar Direktur Operasi Basarnas Rasman MS di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Buntut musibah SJ 182, Kemenhub inspeksi seluruh Boeing 737 Classics

Rasman mengatakan pihaknya memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan di lapangan, para penyelam dalam kondisi cuaca yang kurang begitu bersahabat. Namun, masih mampu mendapatkan objek-objek pencarian.

Kapal KRI Parang menyerahkan temuan-temuan dari tim penyelam TNI AL pada sore hari, yakni tiga kantong berisi serpihan pesawat dan perlengkapan pribadi korban, seperti pakaian.

Kemudian KRI Parang juga menyerahkan temuan velg roda pesawat dan serpihan besar pesawat.

“Total untuk hari ini Rabu (13/1) adal serpihan kecilnya lima, serpihan besarnya dua, kemudian untuk bagian tubuh korban dua. Ini yang terakhir,” kata Direktur Operasi Basarnas tersebut.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa menurut informasi, ini adalah kapal terakhir yang masuk untuk menyerahkan objek pencarian.

Sebelumnya rencana kegiatan di hari kelima atau Rabu (13/1) pada prinsipnya sama dengan kegiatan operasi kemarin. Dimana unit udara tetap melakukan pencarian lewat udara yang areanya semakin luas, karena kemungkinan ada serpihan dan korban yang terbawa arus.

Demikian juga dengan di laut, dimana sektor pencarian tetap dibagi dalam enam sektor dari seluruh unsur laut yang terlibat.

Dalam kegiatan untuk hari ini unsur yang terlibat hampir sama dengan kemarin. Personel yang diterjunkan masih sekitar 3.300 orang.

Baca juga: Tim SAR Polri kembali temukan properti korban Sriwijaya Air

Baca juga: Jasa Raharja tetap beri santunan, walau korban SJ 182 tidak ditemukan

Sedangkan kapal yang diturunkan 54 kapal, kendaraan laut kecil sekitar 20 unit, dan pesawat yang standby untuk melaksanakan kegiatan pencarian sebanyak 13 unit.

Berita terkait: