TikTok Setop Operasi di India

ByteDance sebagai perusahaan induk TikTok mengumumkan telah memangkas sekitar 2.000 pekerjanya yang ada di India. Informasi ini diketahui dari memo internal perusahaan yang disebar belum lama ini.

Dikutip dari Reuters, Kamis (28/1), keputusan ini diambil setelah sejak beberapa bulan lalu, TikTok masuk daftar aplikasi terlarang di India. Perusahaan asal Tiongkok itu juga belum dapat memastikan kapan akan mereka kembali beroperasi di India.

“Kami awalnya berharap situasi ini tidak akan berlangsung lama…ternyata hal itu belum akan terjadi,” tulis memo internal perusahaan. Selain itu, ByteDance merasa tidak bisa mempertahankan staf yang ada.

Larang Aplikasi Tiongkok

Untuk diketahui, India memang baru saja mengumumkan telah memperpanjang larangan untuk 58 aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok. Larangan ini ada menyusul adanya masalah soal kepatuhan dan privasi masing-masing layanan tersebut.

Di sisi lain, larangan ini juga tidak lepas dari imbas ketegangan politik antara India dan Tiongkok soal perbatasan. Sebelum pelarangan, India sebenarnya merupakan salah satu pasar terbesar TikTok dan ByteDance merencanakan untuk berinvetasi USD 1 miliar di negara ini.

Berita terkait: